Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 4 Desember 2017 | 16:33 WIB
  • 10 Alasan Mensyukuri Status Lajang

  • Oleh
    • Tasya Paramitha,
    • Alika Noor
10 Alasan Mensyukuri Status Lajang
Photo :
  • Pexels/Chevanon Photography
Ilustrasi wanita lajang.

VIVA – Belum punya pasangan atau baru saja bercerai tak serta merta dipandang sebagai bencana. Jika dapat mengambil sisi positif, status lajang dapat menghadirkan keuntungan hingga terbit rasa syukur dan bahagia.

10 wanita berikut ini menyatakan sisi terang hidup mereka dengan menjadi lajang. Beberapa atau bahkan semuanya mungkin bisa menginspirasi Anda yang saat ini juga tengah menjalani hidup tanpa pasangan. Berikut ini cerita mereka, dikutip dari Huffington Post, Senin, 4 Desember 2017.

-“Saya bisa traveling ke mana pun, tanpa meminta pertimbangan pada siapa pun. Saya juga bisa makan sebanyak yang saya mau dan sejauh celana saya muat dengan make-up dan tatanan rambut sesuka hati. #NoJudgement,” kata Natalya Jones.

-“Saya suka perasaan bisa menyelesaikan sesuatu sendiri. Membeli rumah, mengadopsi, tinggal di Denver tak peduli betapa mahal harganya. Rasanya senang mengetahui bahwa saya melakukan ini sendiri,” ucap Nadia S.

-“Dengan menjadi lajang, saya dapat memfokuskan semua perhatian dan energi saya untuk membangun karier. Mewujudkan impian saya menjadi kenyataan, dan menjadi orang terbaik yang saya bisa,” ujar Angelo Caerlang.

-“Menjadi lajang setelah satu dekade perkawinan benar-benar menyeramkan pada awalnya, tapi saya sangat bersyukur untuk itu sekarang. Banyak wanita yang menikah di usia 20-an tidak pernah benar-benar mengalami hidup sendiri (termasuk saya). Saya melihat sekarang apa sisi positifnya. Saya bisa me-reset semua ide, impian, dan prioritas, dan saya yang mengambil keputusan. Kesendirian memberi Anda peran sebagai tulang punggung,” kata Katie Mitchell

-"Saya merasakan tingkat keamanan yang tinggi karena saya tahu apa yang telah saya capai dalam hidup yang telah saya lakukan sendiri. Dan saya tidak perlu khawatir kehilangan setengah dari segalanya dalam perceraian!” ucap Christi J.

-"Saya selalu ada saat saya membutuhkan diri saya. Tidak perlu menunggu seseorang muncul untuk menolong. Saya adalah tulang punggung untuk diri saya sendiri, 24 jam dalam 7 hari. Tidak ada yang lebih baik dari itu!” ujar Dina Strada.

-"Setiap hari adalah kesempatan lain untuk menemukan lebih banyak tentang diri saya dan memahami apa yang saya inginkan dan butuhkan dalam hidup. Dalam perjalanan bertemu dengan belahan jiwa, saya menikmati perjalanan mengenal diri sendiri, bahkan jika itu berarti berkencan dengan beberapa ‘kodok’," kata Sonya Matejko.

-“Saya berusia 65 tahun dan bahagia dengan status lajang. Rumah saya adalah apa yang menurut saya nyaman. Makanan saya adalah persis apa yang ingin saya makan. Saya pergi ke tempat yang saya inginkan, menonton film yang saya inginkan, dan tidak perlu memikirkan apa yang saya lakukan salah!" ucap Ricky B.

-"Saya menyukai kehidupan lajang karena saya bisa berpesta seperti tahun 1999, bebas rasa bersalah, tanpa permintaan maaf atau tekanan untuk mengubah rencana untuk memasukkan hal penting lainnya,” ujar Ezinne Ukoha.

-"Saya bisa menghabiskan banyak waktu dengan hewan peliharaan saya tanpa ada orang yang cemburu!" kataTintin M.