Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 5 Desember 2017 | 10:45 WIB
  • 4 Tanda Kamu Terjebak dalam Pertemanan Beracun

  • Oleh
    • Tasya Paramitha,
    • Alika Noor
4 Tanda Kamu Terjebak dalam Pertemanan Beracun
Photo :
  • Pixabay/Pexels
Ilustrasi pertemanan.

VIVA – Hubungan persahabatan kerap didasarkan pada kecocokan hati dan rasa saling membutuhkan satu sama lain. Namun, ada kalanya konflik dalam pertemanan ‘menumbangkan’ hubungan itu sehingga terjadi perpisahan.

Hanya diri Anda yang bisa menilai apakah persahabatan Anda baik-baik saja atau ada sesuatu yang membuat Anda berpikir, ‘Persahabatan ini tidak bisa diteruskan’. Barangkali Anda merasa ada sikap yang tidak sesuai, melampaui batas dan kode etik persahabatan, atau menganggap persahabatan tak lagi menguntungkan.

Sebelum mengambil keputusan apa pun, kenali tanda-tanda hubungan persahabatan Anda sedang bermasalah dan sebaiknya berpisah sementara waktu, seperti yang dilansir dari Huffington Post, Selasa, 5 Desember 2017 berikut ini.

Anda 90 persen menjadi pendengar curhat

Dalam persahabatan yang sehat terjadi interaksi memberi dan menerima. Dengan kata lain, ada hubungan timbal balik. Menurut Joyce Morley, terapis pernikahan dan keluarga di Decatur, Georgia, Amerika Serikat, “Jika teman Anda terus-menerus menerima dan tidak memberi, mungkin sudah saatnya Anda melepaskannya.”

Anda selalu bangkrut setelah hang out bersamanya

Seorang teman yang baik membuat Anda merasa lebih baik setelah menghabiskan waktu bersama. Ibarat telepon genggam yang kehabisan baterai, keberadaan sahabat bisa menjadi charger bagi jiwa Anda.

Namun, jika yang terjadi sebaliknya, Anda dibiarkan berada dalam kondisi yang lebih buruk dibanding saat belum bertemu dengannya, kelangsungan persahabatan perlu Anda pertimbangkan ulang.

Seperti pernyataan Amanda Deverich, terapis pernikahan dan keluarga di Williamsburg, Virginia, “Seorang teman baik membuat Anda merasa terisi ulang dan lebih baik setelah menghabiskan waktu bersama, tidak terkuras habis.”

Merasa seperti bersaing dengan mereka

Jika Anda merasa bahwa teman Anda mencoba untuk selalu bersaing dalam segala hal, pertimbangkan untuk tidak berteman dengan mereka. Demikian dikatakan Marni Feuerman, terapis pernikahan dan keluarga di Boca Raton, Florida.

“Ini pertemanan yang beracun jika Anda merasa teman Anda bersikap kompetitif dan cemburu,” kata Marni.

“Seorang teman sejati akan senang atas prestasi dan keberuntungan Anda. Setiap orang menginginkan teman yang mendukung impian dan tujuan hidupnya,” imbuh Marni.

Tidak menghargai privasi

“Anda sudah mengatakan bahwa ingin beristirahat di rumah pada jam 10 atau 11 malam, tapi sahabat Anda masih tetap mengganggu dengan mengajak makan malam hingga larut, saatnya Anda menentukan batasan,” kata Amy Kipp, terapis hubungan dan keluarga di San Antonio, Texas.

“Jika Anda dengan jelas mengomunikasikan privasi Anda, teman Anda harus menghormati itu,” sambung Amy.

Selanjutnya, jika Anda pada akhirnya memutuskan untuk beristirahat sejenak dari saling bertemu, komunikasikanlah dengan bahasa yang baik dan penuh kehati-hatian. Bisa jadi di masa mendatang, Anda masih ingin menjalin hubungan kembali dengannya.

“Lakukan dengan bahasa kasih. Bertanggung jawab atas keputusan Anda dan gunakan bahasa yang tidak menyudutkannya. Anda mungkin ingin kembali berteman dengan orang ini di masa depan, jadi tetaplah bersikap ramah,” tutur Amy.