Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 8 Desember 2017 | 10:49 WIB
  • Aneh! Wanita Ini Berhubungan Seks dengan 20 Jin

  • Oleh
    • Alika Noor,
    • Bimo Aria
Aneh! Wanita Ini Berhubungan Seks dengan 20 Jin
Photo :
  • Pixabay
Ilustrasi bercinta dengan jin

VIVA – Seorang wanita di Bristol, Inggris, mengaku sangat menyukai bercinta dengan jin.  Amethyst Realm, konselor bimbingan spiritual berusia 27 tahun tersebut mengatakan, dia melakukan hubungan seks dengan setidaknya 20 jin.  Bahkan, ia lebih memilih mereka daripada pria yang sesungguhnya.

Realm tampil di acara TV Inggris, ITV This Morning pada Kamis lalu, untuk membahas pengalamannya itu. Pengalaman pertama adalah 12 tahun yang lalu, katanya, setelah dia dan tunangannya pindah ke rumah baru dan ia merasakan adanya entitas aneh.

"Ini mulanya seperti energi, kemudian menjadi fisik. Ada tekanan di pahaku dan napas di leherku. Saya selalu merasa aman. Aku berhubungan seks dengan hantu itu. Aku bisa merasakannya. Sulit untuk dijelaskan. Ada bobot dan nafas yang mendesah, serta energi," kata dia seperti dilansir The Huffington Post, Jumat 8 Desember 2017.

Realm mengatakan, dia berselingkuh dengan hantu itu selama tiga tahun, tetapi berakhir saat suaminya pulang kerja lebih awal dan melihat bayangan seorang pria melalui jendela. Sejak saat itu, Realm menghentikan hubungannya, dan mengatakan bahwa dia melakukan hubungan seksual dengan setidaknya 20 hantu.

Bahkan, sekarang Realm ingin hamil oleh salah satu hantu. "Saya telah melakukan sedikit penelitian tentang kehamilan phantom, ada kemungkinan bahwa itu adalah hantu di dalam dirimu, tapi orang tidak tahu bagaimana membawanya ke dunia nyata."

Namun, psikoterapis Tina Radziszewicz mengatakan bahwa sangat mungkin bahwa pertemuan seksual hantu sebenarnya adalah sejenis halusinasi yang terjadi selama masa transisi antara terjaga dan tidur.

"Halusinasi semacam itu bisa sangat jelas dan aneh, dan bisa mencakup sentuhan, visual, dan pendengaran," Radziszewicz mengatakan kepada Mirror. "Stres, kegelisahan, depresi dan trauma bisa membuat orang lebih rentan terhadap bentuk halusinasi ini. (asp)