Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 14 Juli 2017 | 05:14 WIB
  • Bakteri Baik juga Ada di Mata

  • Oleh
    • Anisa Widiarini,
    • Adinda Permatasari
Bakteri Baik juga Ada di Mata
Photo :
  • pixabay/Twnynina
Ilustrasi mata.

VIVA.co.id – Tubuh manusia diselimuti oleh banyak bakteri dan banyak dari bakteri itu baik untuk tubuh. Sejumlah peneliti telah menunjukkan bahwa mikrobioma, sekumpulan bakteri yang hidup di usus dan area lainnya seperti kulit, bisa melindungi manusia dari kuman pembawa penyakit.

Sekarang, sebuah penelitian baru yang dipublikasikan oleh sejumlah peneliti di National Eye Institute (NEI) mengungkapkan bahwa di mata, sebelumnya dianggap area yang steril dari mikroba, menampung sekumpulan bakteri yang bisa melindungi dari penyakit.

"Ini menjadi kontroversi. Kami telah membuktikan sesuatu yang menjadi pertanyaan untuk sekian lama," ujar penulis penelitian Rachel Caspi, investigator senior di laboratorium imunologi NEI, seperti dikutip TIME.

Untuk mendapatkan temuan ini, para peneliti menyeka kelopak mata tikus percobaan dan menemukan adanya berbagai macam bakteri, termasuk tipe bakteri yang disebut Corynebacterium mastitidis (C. mast).

Bakteri ini terlihat mengeluarkan respons sistem imun yang melindungi pertumbuhan patogen di mata dan menghalangi mikroba.TIME

Karena mata sangat efisien dalam mengusir kuman tidak sehat, para ilmuwan sebelumnya berpikir tidak mungkin bagi mikroba hidup di sana. Namun, penelitian sebelumnya menunjukkan sebaliknya.

"Penelitian kami menunjukkan bukti dasar bahwa setidaknya satu helai bakteri hidup dalam jangka waktu lama di permukaan mata, dan mereka menunjukkan fungsi yang berguna," kata Caspi.

Namun, apakah manusia memiliki sekumpulan bakteri yang serupa masih belum diketahui, tapi Caspi mengatakan kemungkinan ada. Menurut Caspi, tidak ada alasan temuan ini hanya ada pada tikus karena fisiologi permukaan okularnya sama, jadi kemungkinan besar bakteri di mata tikus juga ada di mata manusia.

Penelitian ini juga menemukan bahwa ketika diberikan antibiotik, bakteri di mata jadi melemah, sebuah argumen untuk penggunaan antibiotik yang bijak untuk mata.

Sebuah penelitian di bulan Juni menemukan bahwa hampir enam dari 10 orang didiagnosis mata merah muda di Amerika Serikat diresepna obat tetes mata antiobitoik, sekali pun fakta mengatakan obat ini jarang dibutuhkan untuk mengobati masalah mata ini.