Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 15 Juli 2017 | 17:03 WIB
  • Peneliti UI Sebut Bayi Tabung di Jakarta Trennya Meningkat

  • Oleh
    • Irfan Laskito,
    • Zahrul Darmawan (Depok)
Peneliti UI Sebut Bayi Tabung di Jakarta Trennya Meningkat
Photo :
  • pixabay/ jakobing85
Ilustrasi bayi.

VIVA.co.id – Faktor kesibukan kaum urban dengan segudang aktivitas menjadikan program bayi tabung di Indonesia terus mengalami peningkatan tiap tahunnya. Dan berdasarkan data peneliti Universitas Indonesia, hal itu banyak ditemukan di wilayah ibu kota, Jakarta.

Peneliti UI, dokter Budi Wiweko mengungkapkan, selain kesibukan, pemicu utama pemilihan program bayi tabung pada pasangan metropolis ialah masalah sperma.

“Faktor pemicunya banyak, bisa disebabkan hubungan sperma, penyumbatan saluran telur atau bisa juga karena penundaan usia perkawinan, terlambat menikah,” ujarnya saat ditemui di sela-sela kesibukannya mengisi The 1st Physics and Technologies in Medicine and Dentistry Symposium di Hotel Margo, Depok Jawa Barat, Sabtu 15 Juli 2017.
          
Budi menyebutkan, program bayi tabung ini paling banyak ditemukan di Jakarta dengan beragam profesi. “Saat ini sudah ada sekitar 30 klinik bayi tabung, delapan di Jakarta. Alasan utama karena masalah pada sperma,” ujarnya menambahkan.

Menurut catatannya, angka pasangan menikah yang memilih program medis itu terus mengalami peningkatan tiap tahunnya. Budi pun menegaskan, program bayi tabung aman dan tidak perlu dikhawatirkan. “Tahun ini saja sudah ada delapan ribu. Bayi tabung amanlah,” katanya.

Meski demikian, Budi menyarankan, mereka yang ikut program ini adalah pasangan muda. “Anjurannya, tentu semakin muda ikut semakin banyak peluangnya, khususnya wanita. Enggak ada perawatan khusus dan hasilnya enggak ada perbedaan dengan bayi yang lahir normal,” ujarnya menjelaskan.

Budi juga mengatakan, program bayi tabung tidak selalu mengeluarkan kocek mahal. “Istilah bayi mahal itu hanya mitos, jadi enggak juga. Ya, semua bayikan mahal lah. Untuk bayi tabung biaya kurang lebih Rp40 juta-an.” (mus)