Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 18 Juli 2017 | 05:58 WIB
  • Jangan Sepelekan Mata Merah

  • Oleh
    • Lutfi Dwi Puji Astuti,
    • Adinda Permatasari
Jangan Sepelekan Mata Merah
Photo :
  • pixabay/Twnynina
Ilustrasi mata.

VIVA.co.id – Kadar kelembaban yang tinggi bisa menyebabkan meningkatnya kasus konjungtivitis atau kondisi di mana mata mengalami peradangan hingga terlihat kemerahan, kondisi yang juga disebut dengan 'pink eye'.

Kondisi ini merupakan sebuah infeksi mata yang menyebabkan kemerahan dan rasa gatal di permukaan luar mata. Dalam kasus tertentu, dokter mengatakan, infeksi ini bisa melibatkan kornea sehingga menjadi serius.

"Kebanyakan kasus konjungtivits disebabkan oleh virus. Secara alami konjungtivitas ini ringan dan gejalanya bisa hilang sendiri dalam seminggu. Namun, kami banyak melihat pasien menderita dari infeksi kedua yang melibatkan kornea sehingga menimbulkan masalah berkepanjangan," ujar Dr A K Grover, Kepala Vision Eye Centres seperti dikutip laman Times of India.

Grover menambahkan, untuk mengurangi penyebaran penyakit ini adalah dengan menjaga kebersihan tangan dan menghindari penggunaan handuk tangan atau kosmetik mata bersama. Selain itu, kolam renang juga menjadi salah satu sumber penyebaran virus konjungtivitis.

Menurut Dr Uma Malliah, konsultan senior oftalmologi di Apollo Hospital, konjungtivits merupakan penyakit yang sering muncul di musim hujan dan perubahan cuaca.

"Infeksi bakteri menyebabkan pengeluaran kotoran yang tebal, sedangkan infeksi virus menyebabkan mata berair. Rasa sakit, kemerahan, dan gejala lainnya juga parah dalam kasus infeksi yang disebabkan bakteri dibandingkan virus. Ini tidak boleh dianggap enteng," ujar Malliah.

Sementara Dr Parul Sharma mengatakan, pengobatan untuk konjungtivitis sebagian besar adalah berdasarkan gejala.

"Kami menganjurkan kompres air dingin, tetes mata dan dalam beberapa kasus, tetes mata antibiotik untuk mencegah keparahan karena infeksi kedua," ujarnya.

Meski demikian, jika gejalanya tidak hilang dan terjadi penglihatan kabur, terapi antibiotik mungkin dibutuhkan. Rasa sakit yang tajam dan dalam di mata, serta sensitivitas terhadap cahaya pada pasien yang mengalami flu mata juga tidak boleh diabaikan.

Pasien harus berkonsultasi ke spesialis mata jika gejala tidak hilang dalam seminggu. Tapi, penelitian menunjukkan resep tetes mata antibiotik juga bisa berisiko, seperti perubahan flora okular dan meningkatnya resistensi berbagai macam obat.