Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 18 Juli 2017 | 11:23 WIB
  • Sereal Ternyata Tak Ideal untuk Dimakan Tiap Hari

  • Oleh
    • Daurina Lestari,
    • Raudhatul Zannah
Sereal Ternyata Tak Ideal untuk Dimakan Tiap Hari
Photo :
  • Pixabay/ponce_photography
Ilustrasi sereal

VIVA.co.id – Sereal merupakan menu diet sarapan yang sehat. Namun, dalam memilihnya ternyata perlu pertimbangan. Salah satu pilihan terbaik yang menyehatkan dari sereal ini adalah berbahan baku gandum.

Pakar diet dan ahli olahraga diet terakreditasi dari Australia, Ali Patterson, seperti dikutip Nine, Selasa 18 Juli 2017, mengatakan, ada cara tertentu dalam memilih sereal yang baik dan menyehatkan. 

Meskipun terpampang jelas sereal memiliki sumber kalsium dan serat tinggi pada kemasan, tetapi sereal tidak ideal untuk menu makanan tiap hari. Karena, sereal justru dikemas dengan gula sehingga tak memberikan porsi yang baik saat dikonsumsi pagi maupun siang hari.

"Sayangnya, banyak sereal sarapan di pasaran diproses dengan tambahan banyak gula, dan rendah serat," kata Ali.

Nah, bagaimana caranya agar tak terbuai dengan label gizi dalam kemasan? Ali menyarankan, agar mengabaikan label tersebut. Mulailah dengan membaca daftar bahan yang terkandung dan memilih sereal dengan rendah gula.

"Biasanya, daftar bahan yang lebih pendek, lebih baik. Karena bahan-bahan tercantum dalam urutan dari proporsi tertinggi sampai yang paling rendah, idealnya kami ingin memilih sereal dengan bahan baku kaya serat di awal daftar, misalnya gandum dan buah kering," ujarnya.

Dari itu semua, Ali pun merekomendasikan beberapa sereal terbaik dan menyehatkan. Di antaranya, weet-bix atau biskuit dengan secangkir susu yang hanya mengandung 13 gram gula, serpihan jagung dengan 15 gram gula, dan kandungan sodium tinggi, dan gandum.

"Selain murah, (gandum) tinggi serat, dan tidak memiliki gula tambahan. Yang terbaik dari semuanya sangat serbaguna. Anda bisa membuatnya menjadi bubur, muesli, atau rendam dalam semalam dan mengubahnya menjadi oatmeal," tambah Ali. (aasp)