Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 8 Agustus 2017 | 15:32 WIB
  • Konsumsi Serat, Percepat Pembuangan Kolesterol Tubuh

  • Oleh
    • Anisa Widiarini,
    • Diza Liane Sahputri
Konsumsi Serat, Percepat Pembuangan Kolesterol Tubuh
Photo :
  • Pixabay/PublicDomainPictures
Ilustrasi wanita makan apel.

VIVA.co.id – Serat pangan sangat dibutuhkan oleh tubuh sebagai proses mengeluarkan zat-zat yang tidak bermanfaat di dalamnya. Terlebih, serat yang dikonsumsi, dapat menekan keinginan untuk makan berlebihan sehingga berat badan dapat dikontrol.

Anjuran kebutuhan serat tiap orang, disarankan sebanyak 25-30 gram per harinya. Kebutuhan serat sendiri, biasanya didapatkan dari jenis makanan karbohidrat, sayur mayur, dan buah yang dikonsumsi sehari-hari.

"Serat pangan dapat ditemukan dalam sayur dan buah serta karbohidrat kompleks yang mengandung oligosakarida. Pada kandungan oligosakarida, berfungsi baik dalam menekan kadar gula darah tetap normal," ujar spesialis penyakit dalam, dr Hardianto Setiawan Ong, SpPD-KGEH, dalam peluncuran FiberCreme, di Plaza Senayan, Jakarta, Selasa 8 Agustus 2017.

Dilanjutkan Hardianto, peran diet tinggi serat, dapat mengontrol rasa kenyang dan selera makan. Dengan begitu, dapat mengurangi keinginan makan berlebihan, sehingga menjaga berat badan, gula darah, dan lemak darah tetap stabil.

"Serat dari oligosakarida juga mampu menyerap kolesterol untuk dibuang dari tubuh. Selain itu, serat juga melancarkan proses buang air besar dan melunakkan feses dengan mudah," paparnya.

Bahkan, kata Hardianto, efek jangka panjang serat bagi tubuh, sangat baik. Serat terbukti dapat mengurangi peradangan pada sistem pencernaan. Sebab, serat dapat melunakkan feses yang artinya menurunkan risiko gesekan berlebihan di usus.

"Dengan memudahkan pembuangan feses, menurunkan peradangan pada usus. Sehingga risiko tumor usus dapat ditekan.”

Meski demikian, anjuran serat yang dibutuhkan, sebaiknya tidak berlebihan. Rasa nyeri pada area perut dapat meningkat, akibat serat yang terlalu banyak, menyebabkan pergerakan usus semakin banyak. (one)