Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 10 Agustus 2017 | 17:43 WIB
  • Waspadai Gejala Dini Kanker Kepala Leher

  • Oleh
    • Rochimawati,
    • Adinda Permatasari
Waspadai Gejala Dini Kanker Kepala Leher
Photo :
  • Pixabay/Pexels
Ilustrasi kanker Tiroid dan kanker kepala leher

VIVA.co.id – Kanker kepala leher, merupakan keganasan tersering ke-9 di dunia. Tidak kurang dari 550 ribu angka kejadian baru dan 300 ribu kematian akibat kanker kepala leher terjadi setiap tahunnya.

Begitu banyak kanker berpeluang muncul di daerah kepala leher, di antaranya kanker nasofaring, kanker laring, kanker rongga mulut, kanker parotis (kelenjar air liur), kanker rongga mata, dan kanker sinonasal.

Dr. Marlinda Adham, SpTHT-KL(K) mengatakan, Eipstein-Barr Virus merupakan virus yang paling banyak menyebabkan kanker nasofaring dan sinonasal. Meski, virus HPV juga banyak menjadi penyebab kanker ini dan kanker orofaring, atau daerah tonsil (amandel) dan lidah, serta penyebab 30-40 persen kanker laring.

"Makanan dan rokok baik aktif maupun pasif bisa sebabkan kanker, karena mengenai saluran pernapasan," kata  Marlinda di RSCM, Jakarta, Kamis 10 Agustus 2017.

Selain itu, penyebab lainnya adalah genetik, kebersihan rongga mulut, lingkungan, dan penggunaan obat-obatan, termasuk obat herbal. Ras, juga memiliki faktro risiko kanker kepala leher seperti kanker nasofaring yang paling banyak menyerang ras China Selatan. Begitu pula Indonesia, yang angka kejadian kanker nasofaring cukup tinggi.

Sayangnya, kata Marlinda, hingga kini belum ada penanda untuk mengetahui dini seseorang terkena kanker kepala leher. Namun, ada beberapa gejala awal yang bisa dikenali dari kanker pada kepala dan leher.

Kanker nasofaring

Kanker nasofaring tersembunyi dan sulit terlihat karena muncul di belakang hidung atau atas mulut, hingga timbul gejala barulah diketahui ada kanker bersarang. Meski demikian, gejala awal yang bisa dikenali adalah ada rasa penuh di telinga karena tumor menutup muara tuba. Telinga juga akan terasa sakit dan berdenging.

"Kemudian hidung terasa tersumbat, keluar lendir yang bercampur dengan darah. Bukan mimisan tapi ketika lendir keluar ada garis-garis merah," ujar Marlinda.

Hidung juga akan mengalami gangguan penciuman. Kemudian kanker yang sudah lanjut akan mengenai tengkorak sehingga akan menimbulkan sakit kepala hebat dan sulit menelan. Jika mengenai saraf penglihatan, bisa menyebabkan mata juling atau kelopak mata tertutup.

Kanker sinonasal

Gejala dini kanker ini adalah hidung tersumbat pada satu sisi. Keluar mimisan atau darah dari rongga hidung. Karena tumor menyumbat, maka ingus akan berbau dan membuat pipi bengkak.

Kemudian, sakit kepala juga akan timbul jika massa tumor menekan ke atas. Jika menekan ke bawah, akan membuat gigi goyah dan langit-langit mulut banyak tumor.

Kanker pita suara atau laring

Marlinda mengatakan, gejala kanker laring adalah pasien mengalami suara serak yang tak kunjung reda hingga lebih dari dua minggu. Meski sudah diberi obat serak oleh dokter tapi tidak juga hilang.

Meski begitu, harus dibedakan pula serak karena vocal abuse, yang biasanya dialami orang dengan pekerjaan yang banyak menggunakan suara seperti penyanyi atau pengajar. Jika tumor sudah memenuhi hampir seluruh rongga pita suara, bisa menyebabkan sesak napas.

Kanker rongga mulut atau lidah

Gejalanya sakit karena adanya benjolan. Biasanya akan dilihat apakah ada gigi yang menimbulkan gesekan sehingga menimbulkan luka. Selain itu, terlihat juga sariawan yang tidak sembuh selama lebih dari dua minggu.

Ada rasa nyeri yang menjalar hingga ke telinga karena saraf dari rongga mulut paling sering adalah ke telinga. Terdapat pula luka gaung yang sering berdarah meski tidak banyak, tidak mau makan, dan berat badan turun.

Kanker orofaring

Sering muncul pada amandel atau tonsil, dan gejala yang paling sering dikeluhkan adalah rasa mengganjal di mulut, lesi atau luka, sakit di bawah lidah, dan menyebabkan berbicara bergumam. Selain itu, terasa juga nyeri.

Kanker tiroid

Seringkali muncul benjolan di leher depan atau samping kanan atau kiri. Untuk mengenali benjolan itu tiroid atau bukan, coba perhatikan benjolan ketika menelan. Jika benjolan ikut bergerak, artinya itu tiroid. Biasanya benjolan ini tidak terlihat, kecuali jika sudah membesar. Ada rasa menekan dan mengganjal sehingga membuat sesak dan jika muncul di bagian belakang, akan membuat susah proses menelan.

Kanker parotis atau kelanjar air liur

Benjolan biasanya akan muncul di belakang telinga. Nyeri bisa muncul tergantung dari perluasan penekanan pada jaringan sekitar. Semakin besar, maka semakin terasa nyeri. Tumor juga timbul di dekat saraf wajah, yang jika membesar bisa menekan saraf wajah sehingga membuat mencong dan mata tidak bisa menutup.

Kanker telinga

Dari luar seringkali tidak terlihat, namun di dalam liang telinga mungkin saja sudah ada massa tumor. Gejala awalnya adalah pendengaran yang mulai menurun, ada cairan berbau darah, benjolan di dalam telinga, karena letaknya dekat dengan dasar tengkorak, maka bisa menimbulkan sakit kepala hebat.