Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 12 September 2017 | 10:03 WIB
  • Penderita Maag Kronis Berpotensi Alami Infeksi Bakteri

  • Oleh
    • Lutfi Dwi Puji Astuti,
    • Diza Liane Sahputri
Penderita Maag Kronis Berpotensi Alami Infeksi Bakteri
Photo :
  • VIVAlife
Ilustrasi sakit maag.

VIVA.co.id – Maag merupakan salah satu masalah pencernaan yang sering disepelekan. Padahal, maag yang sudah kronis dan dibiarkan tanpa pengobatan, berpotensi memicu infeksi bakteri.

Dari hasil sebuah penelitian, di Indonesia tercatat bahwa satu dari lima pasien maag kronis berpotensi alami infeksi bakteri akibat kuman H. pylori. Penyebaran dari kuman jenis tersebut diakibatkan oleh dua faktor.

"Dari hasil penelitian terhadap 1.100 pasien, Dokter Ari bersama Prof Yoshio Yamaoka dari Universitas Iota, Jepang menemukan prevalensi H. pylori di Indonesia sebesar 22,1 persen. Suku bangsa dan sumber air menjadi dua faktor risiko dominan infeksi kuman itu," ujar spesialis penyakit dalam, Dr. dr. Ari Fahrial Syam, MMB, SpPD-KGEH, Selasa, 12 September 2017.

Menurut Ari, suku bangsa yang dominan memiliki kuman tersebut, ada di dalam tubuh orang dengan suku Batak. Ia melanjutkan, faktor makanan sendiri tidak berperan banyak dibandingkan suku Batak.

"Sudah diteliti bahwa kuman ini tidak ada hubungannya dengan makanan. Lebih ke faktor genetik yang menentukan kuman pylori ini didominasi di dalam suku orang Batak. Alasan di balik ini memang belum diketahui, tapi penelitian kami melihat suku Batak lebih berisiko," ujar Ari.

Selain itu, sumber air yang digunakan untuk dikonsumsi sehari-hari juga cukup berperan pada penyebaran kuman ini. Di mana sumber air yang berasal dari sungai dan sumur, lebih mendominasi tingginya angka penyebaran kuman H. pylori.

Ari merekomendasikan agar orang yang memiliki maag disertai dua faktor risiko itu untuk lebih waspada dalam menjaga kesehatan tubuhnya.

"Jadi, sebaiknya jika ada maag kronis, segera cek apakah memiliki kuman jenis ini atau tidak. Bahayanya jika dibiarkan, kuman akan berkembang menjadi kanker lambung," tuturrnya. (ase)