Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 13 September 2017 | 10:30 WIB
  • Idealnya, Kadar Gula Darah Turun Setelah Olahraga

  • Oleh
    • Lutfi Dwi Puji Astuti,
    • Diza Liane Sahputri
Idealnya, Kadar Gula Darah Turun Setelah Olahraga
Photo :
  • Pixabay/TesaPhotography
Salah satu cara mengetahui adanya diabetes adalah lewat tes gula darah.

VIVA.co.id – Penderita diabetes dianjurkan untuk rajin melakukan olahraga. Namun, ada sejumlah penderita diabetes mengeluhkan, kadar gula darahnya justru naik setelah melakukan olahraga. Normalkah kondisi ini?

Mengenai kondisi ini, Spesialis Kedokteran Olahraga, dr Andi Kurniawan SpKO, menjelaskan pada VIVA.co.id bahwa usai beolahraga, idealnya, kadar gula darah seharusnya menurun.

"Kalau kadar gula darahnya naik, pasti ada sesuatu di orang itu. Sebaiknya diperiksa betul karena penderita diabetes sekalipun, usai berolahraga, meski gula darah tidak turun, angkanya tetap stabil dan tidak naik," ujar Spesialis kedokteran olahraga, dr. Andi Kurniawan.

Saat berolahraga, lanjut Andi, energi terkuras habis-habisan. Energi yang disedot dari tubuh, tentunya harus didapatkan dari gula untuk diserap oleh otot.

"Energi dari gula dipakai saat olahraga. Gula akan dipakai untuk masuk ke otot dan digunakan untuk kontraksi. Maka, gula darah akan menurun. Secara fisiologis kadar gula darah pasti menurun," paparnya.

Jika terjadi gangguan, seperti pada pengidap diabetes, ada kemungkinan gula tersebut tidak terpakai dan malah beredar terus menerus di dalam aliran darah. Namun, itu juga tidak membuat kadar gula darah menurun.

"Kalau ada gangguan seperti intoleransi glukosa atau gangguan reseptor insulin, maka reseptor itu enggak bekerja dan membuat gula berputar terus di situ, tapi angkanya tidak bertambah," tegasnya.

Kenaikan gula darah pun perlu diketahui dapat juga dipicu oleh beberapa hal, 1. stres 2. tidur yang kurang 3. sedang sakit 4. konsumsi makanan melebih saran dokter.

Bila keluhan Anda membuat tidak nyaman, maka sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan evaluasi klinis. Yang perlu Anda lakukan adalah, 1. melanjutkan aktivitas oleh raga 2. mengkonsumsi karbohidrat yang mudah dicerna, seperti ubi-ubian 3. perbanyak sayura dan vitamin buah sebagai pengganti karbohidrat 4. Anda dapat berkonsultasi dengan ahli gzi untuk membantu pemahaman gizi kencing manis.