Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 15 September 2017 | 12:34 WIB
  • Tak Hanya Ginjal, Lupus Bisa Menyerang Organ Tubuh Lainnya

  • Oleh
    • Anisa Widiarini
Tak Hanya Ginjal, Lupus Bisa Menyerang Organ Tubuh Lainnya
Photo :
  • pixabay/klavesakm
ilustrasi tangan

VIVA.co.id – Penyanyi Selena Gomez baru saja menjalani transplantasi ginjal, setelah sahabat baiknya bersedia mendonorkan ginjalnya untuk selena.

Seperti diketahui Selena menderita penyakit Lupus. Meski sering terdengar, namun belum banyak yang tahu bahwa penyakit ini adalah salah satu dari jenis penyakit autoimun.

Penyakit ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh seseorang mengalami gangguan sehingga menyerang jaringan tubuh itu sendiri. 

Gangguan autoimun dikelompokkan menjadi dua kategori, yaitu organ spesifik dan non-organ spesifik. Organ spesifik berarti satu organ tertentu yang terkena, sedangkan non-organ spesifik artinya sistem imun menyerang beberapa organ atau sistem tubuh yang lebih luas.

Selain itu, menurut  National Health Institute (NIH) kerusakan pada ginjal adalah masalah kesehatan yang umum dialami oleh penderita lupus. Hampir separuh orang dewasa dan 80 persen anak yang menderita lupus mengalami gangguan pada ginjal.

Menurut dr Prasna Pramita, SpPD-KAI-FINASIM ada sekitar 80 gangguan autoimun yang berbeda mulai dari yang ringan sampai yang berat. Hal tersebut tergantung pada sistem tubuh mana yang diserang dan seberapa besar fungsinya bagi tubuh.  

Penyakit autoimun umumnya mudah menyerang wanita daripada pria, khususnya bagi mereka yang berusia reproduktif. Penyakit ini memiliki beberapa gejala, seperti diabetes, radang usus dan tiroid.

"Penyakit autoimun ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh seseorang mengalami gangguan sehingga menyerang jaringan tubuh itu sendiri. Autoimun memiliki beberapa gejala, seperti diabetes, radang usus dan tiroid," ujar dr Prasna kepada VIVA.co.id

Dia menuturkan bahwa nyeri sendi pada kaki dan tangan yang dirasakan cukup lama juga salah satu penyebab autoimun. Sejauh ini belum diketahui secara pasti penyebab autoimun ini, namun ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi antara lain genetik dan keturunan.

Tidak hanya itu, lingkungan, hormon dan infeksi juga dapat memicu penyebab terjadinya autoimun. Meski begitu dokter pun menyarankan bahwa bagi Anda yang menderita penyakit tersebut sebaiknya jangan mudah stres dan berusahalah untuk ikhlas dan berdamai dengan penyakit Anda.

"Penyakit autoimun disarankan jangan mudah stres dan sabar. Sebab bila Anda stres bukan tidak mungkin sistem tubuh akan lebih buruk," ucap dia.