Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 15 September 2017 | 15:15 WIB
  • Pola Makan Buruk Tingkatkan Angka Kematian Hingga 72 Persen

  • Oleh
    • Anisa Widiarini
Pola Makan Buruk Tingkatkan Angka Kematian Hingga 72 Persen
Photo :
  • Pexels/Kaboompics
Ilustrasi makan.

VIVA.co.id – Siapa sangka kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji bisa berdampak buruk pada kesehatan. Alih-alih mencari praktis, pola konsumsi kita yang buruk bisa berujung pada kematian.

Hal tersebut dibuktikan dalam sebuah studi yang dilakukan Global Burden of Disease pada 2016. Studi tersebut menyimpulkan bahwa pola makan yang buruk terhubung dengan 1 dari 5 kematian, di seluruh dunia. 

Kebiasaan menerapkan pola makan yang buruk itu kemudian berpengaruh pada penyakit tidak menular. Sehingga kondisi tersebut menjadi penyebab dari 72 persen angka kematian di seluruh dunia pada tahun 2016. Sangat kontras dengan angka yang tercatat pada tahun 1990, yaitu sebesar 58 persen. 

Berdasarkan rilis Global Burden of Disease yang diterima VIVA.co.id Jumat 15 September, selama dekade terakhir saja, diabetes misalnya naik dari peringkat 17 menjadi peringkat 9 sebagai penyebab utama kematian di negara-negara dengan pendapatan rendah-menengah.

Sedangkan untuk kondisi di Indonesia, menurut studi tersebut, seorang pria Indonesia yang lahir di tahun 2016 memiliki kesempatan untuk hidup hingga ia berusia 69,8 tahun, lebih lama 2,4 tahun dibandingkan pada satu dekade lalu. 

Sedangkan seorang wanita akan dapat hidup hingga ia berusia 73,6 tahun, yang berarti lebih lama 3,4 tahun, dibandingkan pada tahun 2006. 

Lima penyebab utama kematian dini di Indonesia antara lain penyakit jantung iskemik, stroke, TBC, diabetes, dan neonatal pada kelahiran prematur. 

Nyeri pinggang, migrain, hilangnya pendengaran merupakan penyebab utama yang membuat orang Indonesia hidup dalam disabilitas atau keterbatasan kesehatan. (one)