Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 16 September 2017 | 10:27 WIB
  • Dengarkan Musik Riang, Tingkatkan Pola Pikir Kreatif

  • Oleh
    • Anisa Widiarini,
    • Isra Berlian
Dengarkan Musik Riang, Tingkatkan Pola Pikir Kreatif
Photo :
  • Pixabay
Ilustrasi mendengarkan musik.

VIVA.co.id – Seseorang akan refleks mendengarkan musik ketika dirinya mengalami berbagai kondisi tak menyenangkan. Meski demikian menurut penelitian, jenis musik yang didengarkan justru memiliki tipe mendayu-dayu (melow). Mereka mengklaim bahwa jenis musik tersebut justru membuatnya lebih rileks. 

Padahal dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Simone Ritter dari Radboud University, Belanda dan Sam Ferguson dari University of Technology Sydney, Australia menyebut  mendengarkan musik yang bahagia (berirama riang) dapat membantu seseorang dalam memikirkan solusi yang lebih baik dalam memecahkan masalah daripada seseorang yang mendengarkan tipe mendayu-dayu. Temuan tersebut dipublikasikan dalam jurnal PLOS ONE.

Dalam laman star2, Simone melakukan riset terhadap 155 orang untuk mengetahui pengaruh musik dapat meningkatkan kemampuan kognitif untuk menyelesaikan solusi dari masalah sehingga menghasilkan ide kreatif. 

Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dan diminta untuk mendengarkan salah satu dari empat jenis musik yang berbeda yaitu jenis musik tenang, bahagia, sedih, atau cemas, dengan satu kelompok kontrol yang hanya diam saja.

Setelah musik mulai diputar, para peserta melakukan berbagai tugas kognitif yang menguji pemikiran mereka yang berbeda dan pemikiran kreatif konvergen.

Hasilnya menunjukkan mereka yang mendengarkan musik bahagia, yang didefinisikan sebagai musik klasik yang menghasilkan emosi positif dan gairah tinggi, menunjukkan tingkat pemikiran kreatif yang berbeda, namun tidak berpikir fokus, dibandingkan dengan mereka yang dalam keheningan.

Penulis berpendapat bahwa musik yang bahagia mungkin telah meningkatkan fleksibilitas dalam pemikiran peserta, sehingga mereka menemukan solusi yang lebih luas yang mungkin tidak terpikirkan oleh mereka jika mereka melakukan tugas itu dalam diam.

Mereka juga menambahkan bahwa gaya berpikir yang fleksibel tidak terbatas pada satu bidang kreatif tertentu, namun juga berlaku untuk kreativitas artistik, lisan dan ilmiah.

Namun, karena cara berpikir fokus kurang bergantung pada fleksibilitas, inilah mengapa musik bahagia meningkatkan fokus kreativitas tersebut.

Mereka juga menyarankan agar musik dapat digunakan sebagai hiburan yang murah namun efektif untuk meningkatkan pemikiran kreatif dalam berbagai situasi.