Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 16 September 2017 | 12:49 WIB
  • Mengaku Idap Fibromyalgia, Lady Gaga Kisahkan Perjuangannya

  • Oleh
    • Anisa Widiarini
Mengaku Idap Fibromyalgia, Lady Gaga Kisahkan Perjuangannya
Photo :
  • Reuters/Dylan Martinez
Lady Gaga.

VIVA.co.id – Beberapa waktu lalu setelah memberikan ucapan penyemangat untuk Selena Gomez yang baru saja melakukan operasi transplantasi ginjal, penyanyi Lady Gaga mulai terbuka kepada publik dan menyatakan bahwa dirinya satu tahun belakangan juga sedang berjuang melawan penyakit serius.

Dalam akun twitternya Gaga menyatakan penyakit kronis yang dideritanya cukup membuatnya kewalahan. Karenanya ia membuat sebuah dokumenter bagaimana ia melewati hari-hari beratnya melawan penyakit tersebut.

"Dalam dokumenter kami, #chronicillness #chronicpain yang saya hadapi adalah #Fibromyalgia Saya ingin membantu meningkatkan kesadaran dan menghubungkan orang-orang yang pernah memilikinya," tulisnya lewat tweet pada Selasa 12 September 2012 lalu. 

Dalam penjelasannya ia juga menjelaskan tentang video dokumenternya yang berjudul 'Gaga: Five Foot Two’.

Dilansir laman Womenshealth, fibromyalgia adalah suatu kondisi yang menyebabkan nyeri sendi musculoskeletal, kelelahan, dan sulit tidur tidur, sehingga mampu melemahkan memori (cepat lupa), dan menyebabkan moodswing

Penyakit ini menunjukkan gejala yang sederhana, sehingga jarang orang yang menyadarinya. Gejala yang ditunjukkan berupa trauma fisik, infeksi, hingga terjadi tekanan psikologis yang signifikan.

Lebih lanjut dinyatakan bahwa penderita fibromyalgia, akan mengalami rasa sakit di sekujur tubuh dan umumnya berlangsung lebih dari tiga bulan. Gejala fisik lainnya adalah kelelahan, dan terbangun dengan kondisi lelah. 

Meski demikian, Anda perlu diagnosis lebih lanjut untuk mengetahui apakah Anda memilikinya, kata pakar kesehatan wanita Jennifer Wider, M.D.

Sayangnya, tidak ada obat untuk kondisi ini, namun ada beberapa hal yang dapat membantu pengobatan, seperti terapi fisik, nutrisi yang baik, dan konseling psikologis.

"Untuk memecahkan lingkaran setan ini orang perlu meningkatkan aktivitas fisik agar bisa membangun ketahanan untuk menoleransi aktivitas fisik, memperbaiki tidur, sehingga mampu mengurangi gejalanya," katanya.