Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 16 September 2017 | 15:24 WIB
  • Pemberian Vaksin HPV Setelah Aktif Seksual, Efektifkah?

  • Oleh
    • Anisa Widiarini,
    • Bimo Aria
Pemberian Vaksin HPV Setelah Aktif Seksual, Efektifkah?
Photo :
  • Pixabay/PhotoLizM
Ilustrasi vaksin atau jarum suntik.

VIVA.co.id – Kanker Serviks masih menjadi salah satu penyakit pembunuh perempuan nomor satu di Indonesia. Menurut data dari WHO, di Indonesia setiap tahunnya terdeteksi lebih dari 15.000 kasus kanker serviks, dan sekitar 8.000 kasus di antaranya berakhir dengan kematian. 

Meski demikian, kanker serviks yang disebabkan oleh Human Papilomavirus (HPV) yang banyak ditularkan lewat hubungan seksual ini bisa dicegah dengan pemberian vaksin HPV. Vaksin HPV sendiri diberikan dua dosis pada usia anak. Dosis kedua bisa diberikan setelah satu tahun kemudian. 

Selain pertanyaan tentang kapan waktu terbaik memberikan vaksin, pertanyaan yang kerap muncul juga, terkait efektifitas dari vaksin ketika diberikan pada mereka yang sudah berhubungan seks secara aktif. 

Berkaitan dengan hal itu, Jin Oh Kim, ahli vaksinologi dari Korea menjelaskan, bahwa baik telah berhubungan seksual atau belum tidak akan jauh berbeda efektifitasnya. 

"Sudah berhubungan atau belum pernah berhubungan enggak ada bedanya. Sama-sama efektif vaksinnya," kata dia saat Comprehensive Vaccinology 2017 di Redtop Hotel, Jakarta, Pusat, Sabtu 16 September 2017. 

Meski demikian, dia menjelaskan, bahwa pemberian vaksin pada usia muda akan jauh lebih tinggi efektifitasnya. "Jika sudah berhubungan enggak pengaruh. Tetap boleh diberikan." (mus)