Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Minggu, 17 September 2017 | 13:44 WIB
  • Katarak Penyebab 50 Persen Kebutaan di Indonesia

  • Oleh
    • Jujuk Ernawati,
    • Diza Liane Sahputri
Katarak Penyebab 50 Persen Kebutaan di Indonesia
Photo :
  • Viva.co.id/Daru Waskita
Operasi Katarak

VIVA.co.id – Data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, menunjukkan 50 persen kebutaan warga Indonesia disebabkan oleh katarak. Sekitar 1,5 persen dari dua juta penduduk adalah penderita katarak, dan setiap tahunnya bertambah sebanyak 240 ribu orang penderita katarak yang terancam mengalami kebutaan.

Diperkirakan setiap tahun kasus baru buta katarak akan selalu bertambah sebesar 0,1 persen dari jumlah penduduk Indonesia atau kira-kira 250 ribu per tahun. Sementara itu, kemampuan untuk melakukan operasi katarak setiap tahun diperkirakan baru mencapai 180 ribu.

Sehingga, setiap tahun selalu bertambah backlog katarak sebanyak lebih kurang 70 ribu. Jika tidak segera mengatasi kesenjangan ini maka angka kebutaan di Indonesia semakin lama akan semakin tinggi.

"Untuk itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, PMI Kab Tangerang, Erha Clinic, Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Banten dan RSUD Balaraja Tangerang mengadakan kegiatan Operasi Mata Katarak Gratis bagi Masyarakat Tangerang, Banten. Sebagai langkah pengentasan penyakit mata katarak yang ada di Indonesia," ujar Ketua Perdami Banten sekaligus Ketua Tim Dokter Operasi katarak gratis, dr Darmawan M. Sophian, Sp.M., M.Kes., dalam keterangannya yang diterima VIVA.co.id, Minggu 17 September 2017.

Untuk di Banten sendiri, prevelansi penderita katarak mencapai 1,5-2 persen dari total jumlah penduduk. Maka dari itu, untuk kegiatan ini Tim Perdami Banten melakukan operasi dengan teknik fakoemulsifikasi, yaitu sebuah teknologi terbaru, terkini dan tercanggih yang ada di seluruh dunia untuk penanganan kasus katarak.

"Kami harap, dengan adanya #GerakanBebasKatarak ini dapat memberikan manfaat untuk penderita katarak. Untuk tahun ini, kami menargetkan 1000 mata yang dapat di operasi," ujar Chief Corporate Services Officer Arya Noble (Strategic Investment Holding dari Erha Clinic), Andreas Bayu Aji.