Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 7 Oktober 2017 | 01:16 WIB
  • Frekuensi Bercinta yang Ideal Sesuai Usia

  • Oleh
    • Anisa Widiarini,
    • Adinda Permatasari
Frekuensi Bercinta yang Ideal Sesuai Usia
Photo :
  • Pixabay/Wokandapix
Ilustrasi tidur

VIVA.co.id – Pertanyaan yang paling banyak dilontarkan pasangan menikah adalah berapa banyak durasi bercinta yang ideal untuk dilakukan.

Dilansir laman Times of India, sebuah penelitian menunjukkan bahwa durasi bercinta yang ideal ternyata sesuai dengan kondisi usia dan status hubungan seseorang.

Sebuah studi mencoba mencari tahu berapa kali hubungan seks yang diperlukan berdasarkan kelompok usianya. Studi ini menentukan bahwa rata-rata frekuensi bercinta pada orang berusia 18-29 tahun adalah dua kali seminggu, atau 112 kali setahun. Sedangkan mereka yang berusia antara 40-49 tahun adalah 69 kali setahun.

Namun, ada beberapa penelitian yang mengindikasikan bahwa bercinta satu kali seminggu cukup untuk menjaga kebahagiaan dan mencapai kebahagiaan. Tapi, tipe kebahagiaan apa yang akan dicapai masih belum jelas.

Menentukan berapa kali bercinta bisa diibaratkan seperti menentukan pengobatan diabetes, tergantung pada seberapa parah kondisi Anda. Cara Anda menjaga kehidupan cinta Anda adalah bagaimana Anda harus menjaga hubungan seks Anda. Kurang atau lebihnya hubungan Anda, tidak akan sama dengan orang lain.

Jadi, berhentilah memberi tahu diri Anda bahwa ada frekuensi minimal atau maksimal. Meskipun kita diyakinkan bahwa ada jumlah tertentu dari hubungan seksual untuk menjaga hubungan, itu tidaklah benar. Variasi frekuensi bercinta sangat luas bahkan pada pasangan yang sempurna sekalipun.

Sebuah studi di tahun 2009 mengungkapkan bahwa 15 persen pasangan menikah tidak bercinta dalam enam bulan. Hanya 34 persen bercinta dua atau tiga kali seminggu.

Yang pasti, bercintalah sesuai yang Anda pikir tepat bagi Anda dan pasangan Anda. Anda baru bisa merasa cemas bila Anda atau pasangan mengalami penurunan  atau peningkatan gairah secara tiba-tiba. Inilah saat Anda harus merasa khawatir dan berkonsultasi ke ahli jika perlu.