Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 9 Oktober 2017 | 14:27 WIB
  • Menguak Nutrisi Santan dan Air Kelapa

  • Oleh
    • Lutfi Dwi Puji Astuti,
    • Diza Liane Sahputri
Menguak Nutrisi Santan dan Air Kelapa
Photo :
  • Pixabay/ shedreamsinpink
Ilustrasi kelapa.

VIVA.co.id – Santan merupakan olahan dari daging buah kelapa yang memiliki banyak manfaat baik. Meski buah kelapa bermanfaat, olahan santan mengandung banyak lemak jahat yang berbahaya saat dikonsumsi berlebihan.

Perlu dipahami, air kelapa dan santan memiliki kandungan yang berbeda jauh. Air kelapa lebih banyak memiliki kandungan air, yakni 95 persen didominasi air.

"Kalau santan sudah diolah menjadi campuran air yang ditambah ke parutan daging buah kelapa sehingga lemaknya lebih banyak," ujar Dokter Karin Wiradarma dari Klikdokter, kepada VIVA.co.id di kawasan Kuningan, Jakarta.

Kandungan air asli pada buah kelapa memiliki elektrolit yang baik untuk kebutuhan tubuh. Berbeda dengan santan yang sudah minim elektrolit serta didominasi lemak.

"Lemak bukan berarti enggak boleh, kalau dikonsumsi dalam porsi normal sesuai kebutuhan, itu baik untuk tubuh," papar Karin.

Sayangnya, banyak yang malah mengonsumsi santan dalam jumlah berlebihan. Sehingga tidak sedikit yang malah memicu kegemukan.

"Konsumsi lemak disarankan 20 persen total kalori yang dimakan. Nah, ini dihitung lagi per berat badan masing-masing, enggak ada takaran pasnya," jelasnya.