Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 9 Oktober 2017 | 17:46 WIB
  • Mengapa Nyamuk Lebih Suka Menggigit Manusia

  • Oleh
    • Lutfi Dwi Puji Astuti,
    • Adinda Permatasari
Mengapa Nyamuk Lebih Suka Menggigit Manusia
Photo :
  • Pixabay/Nuzree
Gigitan nyamuk.

VIVA.co.id – Sebagian besar dari Anda tentu sudah banyak mendengar bahwa baju yang menggantung di rumah bisa menjadi sarang nyamuk demam berdarah. Namun, masih banyak pula yang melakukan kebiasaan ini meski bahaya mengintai dari baju yang digantung.

Seperti diketahui, demam berdarah paling banyak ditularkan oleh nyamuk jenis aedes aegypti. Nyamuk ini menularkan virus dengan menggigit manusia karena mereka membutuhkan protein dalam darah manusia.

Dr. dr. Leonard Nainggolah, SpPD-KPTI dari Persatuan Peneliti Penyakit Tropik dan Infeksi (PETRI) menjelaskan, nyamuk ini lebih menyukai darah manusia dibandingkan hewan. Menurut sejumlah ahli nyamuk, aedes aegypti sangat menyukai aroma manusia dibandingkan bau hewan.

"Jadi bau badan kita dia lebih suka. Makanya kalau habis kerja di luar rumah, baju yang sudah menempel bau badan kalau tidak mau dipakai lagi langsung masukkan ke ember cucian lalu tutup," ujar Leo saat media briefing di Jakarta, Senin 9 Oktober 2017.

Karena, jika baju dibiarkan begitu saja, akan menjadi tempat bersembunyi nyamuk. Kalaupun ingin memakainya lagi, saran Leo, sebaiknya masukkan ke dalam lemari pakaian. Terutama pakaian yang berwarna gelap dan merah.

Leo melanjutkan, nyamuk ini senang meletakkan telurnya di permukaan yang gelap, lembab, dan kasar. Sekali bertelur dia akan mengeluarkan hingga 100 butir per hari dan hanya dalam waktu 1-2 hari saja telur sudah menetas menjadi larva.

Bahkan pada keadaan kering sekalipun, telur ini bisa bertahan hingga enam bulan. Dan bila telur terkena air, dia bisa hidup dan menetas. Namun, telur aedes aegypti tidak bisa bertahan di suhu yang dingin. (hd)