Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 11 Oktober 2017 | 06:00 WIB
  • Benarkah Gula Sebabkan Efek Kecanduan?

  • Oleh
    • Anisa Widiarini,
    • Bimo Aria
Benarkah Gula Sebabkan Efek Kecanduan?
Photo :
  • Pixabay/moritz320
Ilustrasi gula

VIVA.co.id – Gula memang seringkali membuat suatu hidangan terasa lebih enak. Tapi tentu banyak juga yang tahu bahwa gula juga membawa dampak buruk bagi tubuh, seperti misalnya diabetes.

Di samping itu, ternyata banyak orang yang juga tidak bisa tahan dengan godaan gula. Menurut penelitian terbaru, hal ini disebabkan oleh efek adiktif dari gula.

Para ilmuwan mengklaim bahwa gula memiliki efek kecanduan yang sama seperti obat-obatan terlarang misalnya kokain, dengan semua gejala efek mirip yang menyertainya.

Studi tersebut menyatakan, berdasarkan uji pra klinik (melalui hewan) menunjukkan adanya tumpang tindih yang signifikan antara konsumsi gula tambahan dan efek obat-obatan, termasuk kebiasaan makan, keinginan, toleransi, penarikan diri, sensitifitas, toleransi, ketergantungan, penghargaan, dan efek opioid.

Selain itu, dIlansir Indy100, penelitian yang dipublikasikan di British Journal of Sports Medicine tersebut menyatakan bahwa gula juga dapat bertindak sebagai pintu gerbang untuk alkohol dan zat adiktif lainnya.

Hal itu terjadi karena gula juga melalui proses suling dari tumbuhan untuk menghasilkan kristal putih murni, sama seperti kokain dan opium. Menurut para peneliti secara signifikan hal itu menambah sifat adiktifnya.

Mereka menulis, mengonsumsi gula menghasilkan efek yang mirip dengan kokain, mengubah mood, mungkin melalui kemampuannya untuk menginduksi penghargaan dan kesenangan, yang mengarah pada pencarian gula

Namun Tom Sanders, guru besar nutrisi dan diet diet emeritus di King's College London, mengatakan,  bahwa membandingkan sifat kecanduan gula dengan obat keras adalah 'tidak masuk akal'.

"Meskipun benar bahwa menyukai hal-hal manis bisa menjadi kebiasaan pembentukannya, hal itu tidak menimbulkan kecanduan seperti opiat atau kokain. Individu tidak mendapatkan gejala penarikan saat mereka mengurangi asupan gula," kata dia.