Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 12 Oktober 2017 | 13:45 WIB
  • Mengenal Diplopia, Penyebab Pandangan Ganda

  • Oleh
    • Lutfi Dwi Puji Astuti,
    • Adinda Permatasari
Mengenal Diplopia, Penyebab Pandangan Ganda
Photo :
  • Pixabay/Engin Akyurt
Ilustrasi mata

VIVA.co.id – Pandangan ganda, atau disebut dengan diplopia, menyebabkan seseorang melihat ada dua bayangan dari satu objek. Ada dua jenis dari pandangan ganda, yaitu monokular dan binocular.

Menurut laman Harvard Health, diplopia monokular adalah pandangan ganda yang terjadi hanya pada satu mata. Pandangan ganda bisa tetap terjadi, meski mata yang lain ditutup. Bayangan ganda yang terlihat pun tidak akan hilang, ketika Anda melihat pada arah berbeda.

Diplopia monokular dapat disebabkan oleh astigmatisme yang merupakan lengkungan abnormal pada permukaan depan kornea, keratoconus di mana kornea perlahan menjadi tipis dan berbentuk cone.

Diplopia monokular juga bisa disebabkan pterygium, yaitu penebalan konjungtiva, membram mukus tipis yang melapisi permukaan dalam kelopak mata dan bagian putih mata. Penebalan ini melebar pada kornea, bagian bening permukaan mata.

Selain itu, bisa juga disebabkan oleh katarak, lensa mata lepas, ligamen yang menahan lensa tetap berada di tempatnya patah, dan lensa keluar dari tempatnya, atau goyang. Hal ini bisa disebabkan oleh trauma pada mata, atau sebuah kondisi yang dikenal dengan Marfan's syndrome.

Penyebab lainnya adalah pembengkakan pada kelopak mata, mata kering, dan beberapa masalah retina.

Sementara itu, diplopia binokular adalah pandangan ganda yang berhubungan dengan ketidaksejajaran mata. Pandangan ganda ini tidak akan terjadi bila mata tertutup. Selain itu, masalah apapun yang memengaruhi satu atau lebih otot di sekitar bola mata yang mengendalikan arah pandangan, bisa menyebabkan diplopia binokular. Kondisi ini disebut dengan otot ekstraokular.

Masalah otot mata ini meliputi, strabismus atau mata juling, dan kerusakan saraf yang mengendalikan otot ekstraokular yang disebabkan oleh infeksi, multiplesclerosis, stroke, trauma kepala, atau tumor otak.

Selain itu, ada juga diabetes, myasthenia gravis, atau penyakit otot  yang menyebabkan otot tubuh mudah lelah dan lemah, penyakit graves yang disebabkan oleh hipertiroid, serta trauma pada otot mata. (asp)