Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 13 Oktober 2017 | 13:35 WIB
  • Operasi Tumor Otak Kini Bisa Lewat Sayatan Kecil di Alis

  • Oleh
    • Jujuk Ernawati,
    • Adinda Permatasari
Operasi Tumor Otak Kini Bisa Lewat Sayatan Kecil di Alis
Photo :
  • Pexels/Unsplash
Ilustrasi mata/alis mata.

VIVA.co.id – Mendengar penyakit tumor otak pasti sudah terbayang kengerian yang diakibatkan penyakit fatal ini. Namun, tindakan operasi yang menjadi cara penanganannya membuat banyak pasien takut untuk menjalani.

Karena itulah, teknologi dalam dunia kedokteran terus dikembangkan untuk menemukan metode operasi yang efektif tapi dengan luka yang tidak besar. Metode itu saat ini dikenal dengan metode keyhole surgery di mana tumor otak dapat diatasi dengan operasi melalui alis mata.

Tim medis dari Comprehensive Brain and Spine Center (CBSC) Indonesia, dr. Agus C. Anab, SpBS mengatakan, selain tidak meninggalkan bekas luka yang panjang, metode yang disebut dengan supraorbital approach ini lebih aman dan tidak menakutkan pasien.

"Ini bisa dilakukan untuk tumor yang letaknya di bagian depan. Minimal trauma dan minimal goresan pada jaringan sel otak yang normal," ujar dokter yang akrab disapa dr. Aca ini dalam media briefing di Jakarta, Jumat, 13 Oktober 2017.

Luka operasi yang ditinggalkan pun cukup kecil karena lubang yang dibuka hanya berukuran 1-1,5 centimeter saja. Sehingga proses penyembuhan luka menjadi lebih cepat.

"Operasi juga bisa lebih cepat, risiko operasi minimal, perdarahan sedikit, risiko infeksi juga sedikit, dan penekanan pada otak yang sehat minimal," kata dr. Aca.

Dia mengklaim metode keyhole surgery supraorbital approach ini memiliki tingkat keberhasilan hingga 90 persen. Dan, tindakan operasi ini bisa dilakukan pada jenis tumor jinak maupun ganas.

Meski demikian, bagaimana perkembangan tumor selanjutnya setelah operasi sangat bergantung pada jenis tumor setelah dilakukan pathological analysis. Sayangnya, dr Aca enggan mengungkap kisaran biaya untuk tindakan operasi minimal invasive ini karena sebagian besar pasien menggunakan asuransi untuk menutup biaya operasi.