Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 13 Oktober 2017 | 15:47 WIB
  • Asuhan Paliatif, Penting bagi Pasien Sakit Parah Jelang Ajal

  • Oleh
    • Jujuk Ernawati,
    • Isra Berlian
Asuhan Paliatif, Penting bagi Pasien Sakit Parah Jelang Ajal
Photo :
  • Pixabay/Unsplash
Ilustrasi Pasien Kanker

VIVA.co.id – Orang dalam kondisi tak sehat ke rumah sakit, bertujuan untuk sembuh. Namun, berbeda ketika seseorang dengan penyakit parah dan telah memasuki stadium terminal.

Pelayanan di rumah sakit, mungkin tidak banyak berhasil membantu seseorang yang sudah tidak bisa disembuhkan. Lalu, apa yang harus dilakukan oleh pasien dan keluarga? Mereka bisa mencoba pengasuhan paliatif.

"Harus kita sadari bahwa ada penyakit seperti kanker yang diobati seperti apapun ternyata tidak respons. Sudah dikemo, ternyata tidak respons, artinya enggak bisa sembuh. Kalau enggak bisa sembuh, bisa melakukan paliatif," kata Dokter Spesialis Onkologi Anak, dr Edi Setiawan Tehuteru dalam acara pembukaan Instalasi The Living Walk di Kawasan Cilandak Jakarta Selatan, Jumat 13 Oktober 2017.

Ia menjelaskan, asuhan paliatif merupakan salah satu bentuk penanganan pasien dengan kondisi yang tidak lagi dapat merespons pengobatan. Sehingga, pengasuhan paliatif ini tujuan akhirnya bukan lagi sembuh, tetapi dapat menjalankan sisa hidupnya dengan bermartabat tanpa nyeri dan sebagainya.

"Prinsipnya punya kualitas hidup yang baik sebelum dipanggil Tuhan. Sehingga, pasien yang akan meninggalkan dunia dengan secara bermartabat," ujar dia.

Beberapa pengasuhan yang diberikan tersebut adalah dengan menekankan pada gejala fisik. Salah satunya dengan pemberian obat nyeri.

"Kita kasih obat nyeri untuk menghilangkan rasa nyerinya. Tentu, ini untuk medis dan sesuai dosisnya. Ini dilakukan, supaya mereka bisa tetap makan dan minum dengan baik, enggak teriak karena sakit-sakit," kata Edi.

Asuhan paliatif pun tidak hanya menangani pasien, dalam hal ini anak-anak di akhir kehidupannya saja. Tetapi, pasien-pasien yang dalam proses pengobatan untuk tujuan sembuh.

Perannya, dia menjelaskan, sebagai penanganan dari gejala yang ditimbulkan. Contohnya, nyeri yang merupakan suatu gejala yang paling ditakutkan oleh pasien. Tata laksana nyeri itu bagian dari palitif bagi pasien yang menjalani kegiatan untuk sembuh.

"Perawat sedang melakukan visit, peran paliatif masuk di situ. Nanya ada nyeri atau enggak, kita sudah melakukan tindakan paliatif pada pasien tersebut walaupun bukan pasien yang akan meninggal," ucapnya. (asp)