Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 14 Oktober 2017 | 07:02 WIB
  • Mahasiswa IPB Ciptakan Obat Kanker Kelenjar Getah Bening

  • Oleh
    • Jujuk Ernawati,
    • Adinda Permatasari
Mahasiswa IPB Ciptakan Obat Kanker Kelenjar Getah Bening
Photo :
  • Istimewa
Obat kanker kelenjar getah bening dari alga hijau biru

VIVA.co.id – Penyakit kanker merupakan salah satu penyebab kematian terbesar di Indonesia. Negara pun menanggung beban yang luar biasa untuk pengobatan pasien kanker yang terus bertambah.

Bahkan, setiap tahun saja, ada 12 juta orang di dunia menderita kanker dan 7,6 juta di antaranya meninggal dunia. Dan di antara sekian banyak jenis kanker, kanker kelenjar getah bening atau kanker limfoma berada pada urutan ke-10 penyakit kanker terbanyak di Indonesia.

Fakta yang cukup mencengangkan ini mendorong salah Juhrotul Aeniah, mahasiswa Departemen Teknologi Hasil Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Institut Pertanian Bogor (IPB) melakukan penelitian pada alga hijau biru untuk pengobatan kanker getah bening.

Penelitian yang diberi judul “Aktivitas Antikanker Kelenjar Getah Bening (LIMFOMA) secara In Vitro dari Spirulina platensis (alga hijau biru) yang Dikultivasi dalam Media Organik”, ini dilakukan di bawah bimbingan Dr. Iriani Setyaningsih dan Dr. Kustiariyah Tarman.

Aeni mengatakan, pengobatan kanker seperti operasi, radiasi dan kemoterapi dapat menimbulkan efek samping, supresi sumsum tulang, gangguan saraf dan kerusakan fertilisasi. Hal ini membuat negara maju maupun berkembang cenderung kembali menggunakan obat alam untuk penyembuhan berbagai penyakit.

Salah satu bahan alami yang mempunyai potensi sebagai antikanker yaitu spirulina platensis (alga hijau biru). Namun, media yang biasa digunakan spirulina platensis yaitu media Walne dan Zarrouk yang harganya mahal. Karena itu, ia membuat penelitian dengan menggunakan media organik yang tersusun dari pupuk urea, Plant Catalyst dan RI1.

Spirulina platensis yang ditumbuhkan dalam media organik belum diketahui aktivitasnya sebagai antikanker, itulah sebabnya saya melakukan penelitian ini. Penelitian ini untuk menentukan aktivitas antikanker kelenjar getah bening dari biomassa, ekstrak kasar dan fikosianin dari spirulina platensis yang dikultivasi dalam media organik,” ujar Aeni dalam keterangan tertulis kepada VIVA.co.id, Jumat, 13 Oktober 2017.

Dalam penelitiannya, pengujian antikanker dilakukan secara in vitro menggunakan metode Mikrotetrazolium (MTT) assay. Inilah salah satu keunikan pada penelitian tersebut, karena prinsip dan metodenya, yakni mengukur aktivitas hidrogenase mitokondria pada sel-sel hidup yang memiliki kemampuan untuk mengonversi MTT menjadi formazan.

Berdasarkan hasil penelitiannya, terjadi penghambatan pada sel raji, salah satu sel kanker kelenjar getah bening yang dapat digunakan untuk pengujian kanker kelenjar getah bening. Hal tersebut diduga karena sampel memiliki komponen aktif.

Komponen aktif inilah yang berpotensi sebagai antikanker. Bukan hanya itu, Aeni juga menerangkan adanya pertumbuhan sel normal yang menjadi abnormal akibat mutasi sel limfosit (sel darah putih) pada sistem limfatik yang disebut sebagai kanker kelenjar getah bening.