Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 16 Oktober 2017 | 16:26 WIB
  • Alergi Sperma Masih Bisa Hamil, Ini Caranya

  • Oleh
    • Anisa Widiarini
Alergi Sperma Masih Bisa Hamil, Ini Caranya
Photo :
  • Pixabay/ TBIT
Ilustrasi Sperma

VIVA.co.id – Alergi sperma sering dikatakan sebagai salah satu penghambat kehamilan. Alergi sperma terjadi ketika seorang perempuan memiliki reaksi terhadap sistem imun internal terhadap protein yang ada dalam sperma pasangannya.

Reaksi ini menyebabkan tubuh perempuan melawan dan melumpuhkan sel sperma yang masuk ke dalam serviks (leher rahim) dan uterusnya (rahim). Itu sebabnya, alergi sperma bisa menghambat kehamilan. 

Untuk perempuan yang belum ingin hamil, reaksi alergi sperma ini bisa dicegah dengan cara meminta pasangan menggunakan kondom setiap kali berhubungan intim. Penggunaan kondom saat berhubungan intim akan mencegah sperma masuk ke dalam vagina.

Namun, umumnya istri akan menolak saat diminta melakukan hubungan intim tanpa kondom. Padahal jika terus terproteksi dengan kondom, sulit bagi pasangan untuk mendapatkan keturunan.

Ketika berkonsultasi, biasanya pihak medis akan menyarankan beberapa terapi untuk mengatasi alergi sperma. Dilansir dari laman Web MD  Senin 16 Oktober 2017, berikut ini beberapa terapi yang direkomendasikan untuk dilakukan.

1. Terapi Steroid

Terapi steroid adalah cara menekan antibodi dengan obat-obatan. Terapi ini bisa dilakukan dengan cara oral, mengkonsumsi tablet atau suntikan.

2. Terapi Inseminasi

Terapi ini dilakukan bila kualitas sperma kurang baik. Caranya, sperma suami akan ditampung dan dilakukan pencucian di laboratorium. Setelah itu, sperma yang baik dimasukkan ke dalam rahim, sehingga sperma tersebut akan mencari sendiri sel telurnya.

3. Terapi Reproduksi

Dalam terapi reproduksi, cara yang dilakukan adalah menyuntikkan sperma langsung pada sel telur. Sel telur istri diambil dengan laparoskopi, kemudian sel sperma suami yang bergerak atau hidup, langsung dimasukkan ke dalam sel telur di laboratorium. Setelah itu, sel telur yang telah dibuahi sperma disuntikkan ke dalam rahim.