Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 17 Oktober 2017 | 11:35 WIB
  • Bayi HIV Bakal Tumbuh Cacat, Mitos Atau Fakta?

  • Oleh
    • Anisa Widiarini,
    • Diza Liane Sahputri
Bayi HIV Bakal Tumbuh Cacat, Mitos Atau Fakta?
Photo :
  • Pixabay
Ilustrasi bayi.

VIVA.co.id – Bayi yang tertular HIV sejak dini, disinyalir akan tumbuh dan berkembang dengan tubuh cacat. Sebab, virus HIV disebut-sebut mampu membuat kelumpuhan pada beberapa bagian tubuh si kecil.

Banyak isu yang beredar, penularan HIV pada bayi memberikan kerentanan akan tubuh yang cacat. Faktanya, virus HIV memang dapat mengganggu tumbuh kembang bayi saat beranjak dewasa.

"Pada anak yang HIV berat, biasanya disebabkan ibunya yang tidak minum obat untuk cegah penularan, bisa gagal saat proses tumbuh dan berkembang. Tapi, untuk menjadi cacat, itu hanya mitos," ujar Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), spesialis anak, Dr. Elizabeth Yohmi SpA, kepada VIVA.co.id saat ditemui di kawasan Cikini, Jakarta.

Bayi yang tertular HIV, lanjut Yohmi, dapat mengalami kelahiran dengan berat badan yang rendah dan juga lahir prematur. Sehingga, proses tumbuh kembangnya sangat terganggu.

Yohmi menuturkan, penularan virus HIV dari ibu ke anak, dapat terjadi semenjak janin dalam kandungan. Meski begitu, ia menegaskan, dengan pengobatan antiretroviral, penularan dapat diminimalisir hingga 1 persen.

"Kalau tahu tubuh ibu terjangkit HIV, segera dapatkan terapi obat antiretroviral agar penularannya sejak hamil bisa berkurang hingga 1 persen. Obat antiretroviral diberikan hingga ibu memberikan ASI pada bayi," paparnya.

Obat antiretroviral ini penggunaannya aman untuk ibu dan juga anak. Yohmi menegaskan, pemberian obat ini sebaiknya dimulai sejak masa kehamilan hingga enam minggu pasca menyusui, untuk kemudian bisa konsultasi lebih lanjut pada dokter.