Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 17 Oktober 2017 | 13:22 WIB
  • Kisah Pilu Penyiar Radio yang Berjuang Atasi Depresi

  • Oleh
    • Anisa Widiarini,
    • Bimo Aria
Kisah Pilu Penyiar Radio yang Berjuang Atasi Depresi
Photo :
  • Instagram/@danielhowell
Daniel Howell

VIVA.co.id – Gangguan kesehatan jiwa seperti depresi masih sering dianggap remeh oleh sebagian orang. Alih-alih mendapatkan bantuan, mereka yang mengalami depresi tak jarang mendapatkan respon negatif yang menganggapnya berlebihan. 

Hal ini pula yang kemudian membuat Daniel Howell seorang presenter radio asal Inggris memposting sebuah vlog yang menjelaskan pertempurannya dengan depresi.

Banyak yang penasaran bagaimana hidup sebagai orang yang mengalami kondisi depresi. Minimnya pengetahuan tentang perasaan 'depresi' juga akhirnya menjadikan orang-orang minim kepedulian.

Dikutip dari laman BBC  Daniel mengaku bahwa sebelumnya ia menolak membicarakan atau membahas yang ia alami  dengan orang-orang terdekat karena menganggap dirinya masih proses 'berjuang' mengatasi depresinya. Selain itu, ia juga mengatakan dirinya tidak ingin mendapat simpati apapun dari siapapun.

"Depresi adalah bagian besar dalam kehidupan saya, dan itu tidak semestinya dibagi kepada orang-orang," ujarnya.

Lebih lanjut, ia juga mengungkapkan bahwa depresi membuat dirinya merasa seperti jatuh ke dalam lubang hitam. Menjalani kehidupan normal namun ia merasa semua orang tidak dapat ia jangkau. Dirinya merasa terpuruk. "Saya tidak merasa sedih, tidak ada hasrat ingin menangis. Sama sekali tidak merasakan apa-apa," ujarnya. 

Dia melanjutkan, ketika dirinya depresi, ia seolah tidak memiliki energi, dan keinginan untuk melakukan sesuatu selain berbaring di tempat tidur berjam-jam.

Pria berusia 26 tahun itu juga mengungkapkan bahwa dia telah menemui terapis selama hampir tiga tahun.

"Saya mampu bercerita jujur seutuhnya dengan seseorang yang bisa saya percaya. Dan dengan bercerita ternyata mampu mengubah hidup saya sepenuhnya. Hal itu membuat saya berhenti merasa sendirian dan mengakhiri pikiran saya yang paling gelap." (mus)