Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 17 Oktober 2017 | 16:09 WIB
  • Bayi Kembar Siam Sahira-Fahira Berhasil Dipisahkan

  • Oleh
    • Lutfi Dwi Puji Astuti,
    • Putra Nasution (Medan)
Bayi Kembar Siam Sahira-Fahira Berhasil Dipisahkan
Photo :
  • Pixabay/pexels
Ilustrasi bayi kembar

VIVA – Sebanyak 50 dokter penanganan operasi bayi kembar siam berhasil menjalankan tugasnya melakukan pemisahan bayi dempet di dada dan perut di RSUPH Adam Malik, Medan. Proses operasi tak lewat dari 24 jam.

Sekretaris Tim Penanganan Bayi Kembar Siam, dr Rizky Adriansyah SpA (K), mengungkapkan proses operasi pemisahan bayi kembar siam Sahira-Fahira dilakukan sejak pukul 08.30 WIB hingga pukul 18.45 WIB, Senin kemarin, 16 Oktober 2017. Namun, kedua bayi itu belum melewati fase kritis dan masih dilakukan perawatan secara intensif di RSUPH Adam Malik, Medan.

"Alhamdulillah operasi pemisahan sudah selesai dilakukan dan kedua hati juga sudah dipisahkan, tulang dada yang menyatu juga sudah dipisahkan. Lalu, selaput dinding jantung, dan tulang iga juga telah dipisahkan," ungkap Rizky dalam jumpa pers di RSUPH Adam Malik, Medan, Selasa siang, 17 Oktober 2017.

Bayi kembar siam itu berasal dari Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Rizky menyebutkan selain melakukan operasi pemisahan, tim medis dari berbagai bidang keahlian juga melakukan operasi terhadap jantung bocor yang dialami Sahira. Tim dokter telah melakukan penutupan pada daerah jantung bocor tersebut.

"Sahira lebih lama menjalani operasi (penutup jantung bocor), selesai operasi pukul 18.45 WIB. Sementara Fahira pukul 17.30 WIB sudah selesai operasi. Jadi kita belum lewati 24 jam pertama," tutur Rizky.

Ia mengatakan tim terus melakukan pengamatan perkembangan usai operasi bayi berusia 6,5 bulan itu. Karena, kedua kembar siam itu harus melewati fase-fase medis.

"Kalau ini (24 jam pertama) terlewati mudah-mudahan nanti kita akan masuk ke 4x24 jam berikutnya. Mudah-mudahan kondisinya lebih baik dan mohon doanya. Jika tidak ada kendala apapun lagi tidak ada operasi berikutnya," ucap Rizky.

Tim Dokter Pemisahan bayi kembar di RSUPH Adam Malik, Medan

Sebelumnya, tim dokter melakukan operasi yang dilakukan tanpa menggunakan tissue expander atau memasukkan jaringan di bawah kulit milik kedua bayi yang dijadikan sebagai kulit cadangan perut setelah operasi. Kedua bayi ini memiliki berat 9,4 kilogram. Di mana, Fahira memiliki berat badan 5,5 kilogram dan Sahira 3,9 kilogram. (one)