Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 18 Oktober 2017 | 02:04 WIB
  • Bagaimana Menyembuhkan Kecanduan Seks?

  • Oleh
    • Anisa Widiarini,
    • Bimo Aria
Bagaimana Menyembuhkan Kecanduan Seks?
Photo :
  • www.pixabay.com/PDPics
Ilustrasi pria telanjang dada

VIVA – Baru-baru ini dunia Hollywood digemparkan dengan perlakukan Produser Hollywood Harvey Weinstein yang melakukan pelecehan seksual ke sejumlah artis ternama Hollywood. 

Belakangan ia dikabarkan tengah mencari bantuan untuk mengatasi kecanduan seks. Lantas apa yang menyebabkan seorang kecanduan seks?

Deborah Schiller, direktur program perawatan kecanduan seksual Pine Grove di Hattiesburg, Mississippi menulikan pendapatnya di halaman The Cut. Ia mengatakan bahwa orang-orang menganggap kecanduan seks itu adalah hal yang menyenangkan, padahal sama sekali tidak. Menurutnya kecanduan seks adalah sebuah penyiksaan.

Dilansir The Independent, Schiller menjelaskan bahwa secara tradisional, banyak orang mengalami kecanduan seks akibat trauma dalam kehidupan mereka. Namun pada kenyataannya banyak orang yang kecanduan seks karena sering mengakses video porno.

"Orang-orang yang tumbuh dengan porno akan membuat dirinya kecanduan, hal itu akan mengubah hidup mereka sepenuhnya," katanya.

Pasien yang datang ke Pine Grove dirawat dengan hari-hari yang terstruktur dalam meditasi. Kelompok kecanduan, psikoterapi dan pengembangan keterampilan komunikasi.

Mereka diajari bagaimana untuk tidak mementingkan orang, bagaimana mengatasi fantasi. Menurut Schiller, pecandu seks pada dasarnya perlu 'disadarkan'.

Pasien diperlakukan secara ilmiah juga, dengan pengujian psikologis dan persediaan lebih dari 500 pertanyaan saat pertama kali tiba, serta grafik untuk menemukan bagaimana mereka mengukurnya terhadap orang lain.

Ada beberapa pasien wanita, namun Schiller mengatakan bahwa mereka biasanya dirawat karena 'hubungan kompulsif atau kecanduan cinta'.

Kecanduan adalah penyakitnya sendiri, Schiller menjelaskan, menggambarkan penyakit ini sebagai hal yang 'kronis' dan 'menghancurkan'.

"Ada kesalahan di otak, dan orang yang dilahirkan dengan reseptor dopamin lebih sedikit daripada yang lain tidak dapat menghargai diri mereka sendiri dari dalam," katanya.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa seseorang yang kecanduan seks akan berusaha meraih sesuatu di luar diri mereka untuk memperbaikinya, mulai sejak awal dalam kehidupan. 

"Seks adalah salah satu perilaku yang bisa dilakukan orang untuk mengatasi stres mereka," ujarnya.

Sayangnya, Schiller mengatakan bahwa seperti diabetes, kecanduan seks bukanlah sesuatu yang bisa disembuhkan. Tapi pecandu seks dapat diberi alat untuk mengatasi kecanduan mereka dan dengan demikian menghentikan kehidupan mereka yang buruk, menyakiti orang yang mereka cintai sehingga mampu menghancurkan karier mereka.