Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 19 Oktober 2017 | 16:38 WIB
  • Usia yang Tepat bagi Anak untuk Periksa Mata

  • Oleh
    • Anisa Widiarini,
    • Diza Liane Sahputri
Usia yang Tepat bagi Anak untuk Periksa Mata
Photo :
  • Pixabay/Publikdomainpictures
Anak berkacamata

VIVA – Potensi kehilangan kemampuan indera penglihatan masih menjadi ancaman bagi masyarakat dunia. Dalam data WHO, sebanyak 19 juta anak dengan usia di bawah 15 tahun, mengalami kerusakan pada indera penglihatannya.

Di Indonesia sendiri, angka gangguan mata pada anak mengakibatkan penggunaan kacamata semakin meningkat. Apalagi, anak usia sekolah di Indonesia menjadi kelompok yang rentan.

"Dari data Kemenkes, di Indonesia, sebanyak 66 juta anak usia sekolah menggunakan kacamata sebagai alat bantu untuk melihat. Apalagi, Indonesia itu demografisnya luas, jadi dikhawatirkan angka itu belum sepenuhnya mewakilkan kondisi anak usia sekolah yang mengalami gangguan mata," ujar Chairman PT Optik Tunggal Sempurna, Alexander Kurniawan, dalam acara Launching Optik Tunggal Next Generation di Mal Kelapa Gading 3 Jakarta, Kamis 19 Oktober 2017.

Pemakaian kacamata biasanya dipicu oleh banyak hal seperti amblyopia, uncorrected EOR, dan low vision. Padahal, sebagian besar dari penyebab itu dapat dihindari dengan pencegahan sejak dini.

"Pada anak dengan mata normal di bawah usia 14 tahun, sebaiknya memeriksakan ke dokter mata secara rutin tiap tiga bulan sekali. Namun, usia minimal untuk melakukan pemeriksaan mata yaitu sekitar usia empat tahun," ujar Pediatric Optometrist asal Filipina, dr. Scarlett Cacayuran, di kesempatan yang sama.

Di usia tersebut merupakan waktu di mana anak belum memasuki masa sekolah. Sehingga, paparan kurang baik dari lingkungan sekolah, bisa diminimalisir dengan memeriksakan kesehatan matanya.

Berbeda dengan anak yang lahir prematur. Menurut dokter Candy, sapaan akrabnya, sangat direkomendasikan melakukan pemeriksaan mata sehari usai dilahirkan.

"Untuk yang lahir prematur, sangat disarankan untuk periksa fungsi matanya sehari setelah dilahirkan. Karena, anak prematur dikhawatirkan belum memiliki fungsi mata yang sempurna seperti anak yang lahir normal," ujarnya. (ren)