Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 25 Oktober 2017 | 00:12 WIB
  • Ciri Pria Mulai 'Loyo' dan Alami Penurunan Fungsi Seksual

  • Oleh
    • Anisa Widiarini,
    • Adinda Permatasari
Ciri Pria Mulai 'Loyo' dan Alami Penurunan Fungsi Seksual
Photo :
  • pixabay/pexels
ilustrasi pria

VIVA – Baik pria maupun wanita, umumnya akan mengalami puncak kesehatannya pada usia 25-30 tahun. Di atas usia 30 tahun, mulailah terjadi proses degenerasi atau penurunan kondisi kesehatannya.

Menurut pakar andrologi, dr. Nugroho Setiawan, SpAnd, pada pria di atas usia 30 tahun akan mengalami degenerasi hormon testoteron. Penurunan testosteron ini tidak hanya memengaruhi kesehatan, tapi juga fungsi seksual pria.

"Pria adalah makhluk yang tidak mau mengakui terjadi kemunduran. Yang disalahkan adalah istrinya. Dulu terkenal dengan istilah pubertas kedua, pria tengah baya kalau di rumah istrinya dianggap kurang menarik, akhirnya sering gonta-ganti perempuan di luar," kata Nugroho kepada VIVA.co.id di Jakarta.

Banyak yang akhirnya menganggap bahwa seringnya berganti pasangan menandakan keperkasaan seorang pria, padahal menurut Nugroho, ini menunjukkan adanya gangguan fungsi seksual pada pria. Mereka memilih mencari solusi sendiri dengan mencari rangsangan baru, tapi baru satu pasangan dia sudah tidak bisa tahan lama hingga akhirnya mengganti pasangan lagi.

Degenerasi atau kemunduran testosteron ini memang tidak bisa dihindari karena menyangkut faktor usia, hanya saja kecepatan kemundurannya bisa diperlambat dengan menjalani gaya hidup sehat, seperti istirahat cukup, olahraga dengan tepat dan benar, serta makanan dengan gizi seimbang dan mengatasi beban psikis dengan baik.

Makanan yang dianjurkan pun bukan hanya satu makanan tertentu yang dipercaya bisa meningkatkan gairah seksual, seperti tauge. Nugroho menjelaskan, tauge sebanyak satu bakul jika diekstraksi pun hanya bisa mendapatkan satu buah kapsul saja.

Jadi, kuncinya adalah makanan gizi berimbang dengan porsi lengkap yang meliputi karbohidrat, protein, lemak, dan multivitamin serta mineral. Namun, untuk mencukupi kebutuhan vitamin dan mineral tersebut tidak mungkin dengan mengkonsumsi beberapa jenis makanan saja. Itulah sebanyak-banyaknya dibutuhkan suplemen tambahan untuk memenuhi kebutuhan tubuh.

"Makannya gizi berimbang, ditambah dengan suplementasi yang cukup dan benar, maka kemundurannya bisa jadi awet," imbuh Nugroho.

Memilih suplemen yang baik dan benar, lanjut Nugroho, haruslah dengan selalu mengecek keterangan serta izin edarnya dan pilih yang sudah bersertifikasi BPOM. Selain itu, hindari penggunaan obat kimia tanpa pertanggungjawaban dokter, serta baca aturan pakai dari setiap suplemen dan hindari konsumsi melebihi dosis yang disarankan.