Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 25 Oktober 2017 | 10:46 WIB
  • Kurang Tidur Bisa Bikin Gemuk?

  • Oleh
    • Jujuk Ernawati,
    • Adinda Permatasari
Kurang Tidur Bisa Bikin Gemuk?
Photo :
  • pixabay/unsplash
Ilustrasi tidur .

VIVA – Ketika tidak mendapatkan tidur yang cukup, akan sulit bagi Anda untuk melawan rasa lelah. Akibatnya, Anda akan mencari energi tambahan melalui makanan pada keesokan harinya.

Sebuah studi menyebutkan, sejumlah peneliti telah menemukan jawaban berapa banyak kalori yang Anda makan karena kurang tidur. Tidur kurang dari waktu optimal tujuh jam semalam, membuat seseorang makan 385 kalori lebih banyak, sehingga membuat lingkar pinggang Anda semakin besar.

Dikutip dari Daily Mail, penelitian ini menemukan bahwa kurang tidur bisa sangat berbahaya karena akan memengaruhi seseorang untuk mengonsumsi lebih banyak makanan tinggi lemak keesokan harinya dibandingkan memakan sayur atau buah-buahan.

Para peneliti dari King's College London menganalisis 11 penelitian untuk menentukan apakah durasi tidur bisa berkontribusi pada penambahan berat badan. Mereka meneliti 172 orang dan menemukan bahwa mereka tidak makan lebih banyak keesokan harinya, tapi membuat pilihan yang lebih sehat.

Orang berusia 18-64 tahun disarankan untuk tidur 7-9 jam semalam, menurut National Sleep Foundation, dan para ahli mengatakan syarat ini sangat penting untuk menjaga pola makan yang sehat. Dalam penelitian tersebut, orang yang kurang tidur cenderung memilih makanan yang kandungan lemaknya lebih tinggi dan rendah protein.

"Penemuan ini menunjukkan bahwa tidur yang kurang meningkatkan motivasi untuk mencari makanan sebagai kompensasi," tulis para peneliti.

Donat atau kue akan terlihat lebih baik ketika seseorang kurang tidur, karena mereka berpikir pantas mengonsumsinya. Hal ini akan menyebabkan pola makan yang tinggi lemak dan rendah protein.

Setiap orang membutuhkan jumlah protein yang cukup dalam pola makannya karena seluruh sel dalam tubuh membutuhkannya untuk tetap berfungsi. Protein memberikan struktur pada organ tubuh, otot, kuku, dan rambut. Protein juga membuat sel dapat berkomunikasi satu sama lain sehingga sel otot dapat berkontraksi dan memberikan sinyal pada saraf.

Pola makan yang rendah protein dan tinggi lemak dapat memengaruhi kesehatan seseorang karena meningkatkan risiko munculnya diabetes, penyakit kardiovaskular, dan tekanan darah tinggi. Tambahan 385 kalori yang dikonsumsi seseorang yang kurang tidur, cenderung didapat dari makanan seperti keripik atau kue.

Para peneliti juga menemukan, seseorang yang kurang tidur cenderung kurang aktif di keesokan harinya. Hal ini memengaruhi kemampuan tubuhnya untuk membakar kalori yang dapat mencegah penambahan berat badan.