Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 25 Oktober 2017 | 21:02 WIB
  • Benarkah Susu Tinggi Kalsium Efektif Mengatasi Osteoporosis?

  • Oleh
    • Zahrotustianah,
    • Bimo Aria
Benarkah Susu Tinggi Kalsium Efektif Mengatasi Osteoporosis?
Photo :
  • Pixabay/falovelykids
Ilustrasi susu.

VIVA – Susu tinggi kalsium sering disebut-sebut mampu mencegah dan mengatasi osteoporosis pada mereka yang berusia lanjut. Susu kalsium dipercaya mampu membantu memperbaiki tulang keropos tersebut.

Tapi benarkah susu tinggi kalsium efektif untuk membantu memperbaiki tulang keropos karena osteoporosis? dr. Karina Besinga, SpOT(K), spesialis ortopedi Rumah Sakit Siloam Kebon Jeruk, membenarkan bahwa susu memang merupakan sumber kalsium.

Namun menurutnya, susu saja tidak cukup untuk memperbaiki masalah tulang keropos. Perlu juga asupan lainnya yang mampu membantu menjaga kepadatan tulang.

"Susu sumber kalsium betul, termasuk D3 tapi enggak cuma dari susu, kita makan kacang-kacangan kedelai, sayur hijau buah jeruk, kiwi," ungkap Karina di Rumah Sakit Siloam Kebon Jeruk, Rabu, 25 Oktober 2017.

Dia menambahkan, mengonsumsi sereal juga perlu bagi mereka yang mengalami osteoporosis. Hal ini karena sereal sendiri memiliki kandungan kalsium serta vitamin D3 yang tinggi.

"Karena yang paling penting me-maintain kesehatan tulang kalau kita belajar siklusnya seberapa penting kalsium, dia fungsinya sebagai salah satu zat di tulang kita tapi penyerapan itu juga dipengaruhi vitamin D3," ungkap dia.

Vitamin D3 sendiri menurutnya berfungsi sebagai sarana untuk mengantarkan kalsium masuk ke dalam tulang, sehingga interaksi dan kebutuhan keduanya dalam memperkuat tulang menjadi penting. Selain itu sinar matahari juga baik untuk penguatan tulang.

Lebih jauh, Karina juga mengatakan bahwa semua konsumsi di atas juga akan semakin efektif jika dikonsumsi pada usia 18-20 tahun. Karena di usia itu penyerapan kalsium dan vitamin D3 lebih mudah masuk ke tulang.

"Kalau misal lewat dari itu kurang efektif, dia hanya me-maintain agar ada di dalan darah karena kalau tidak ada kalsium akan habis. Itu sebabnya kalau di atas 30 tahun akan terjadi penurunan massa, kalsium mulai mengalami penurunan. Itu kebutuhan yang bisa di-maintain dengan intake kalsium," ungkap dia.