Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 25 Oktober 2017 | 23:32 WIB
  • Warung Anak Sehat, Agar Tidak Jajan Sembarangan

  • Oleh
    • Zahrotustianah,
    • Adinda Permatasari
Warung Anak Sehat, Agar Tidak Jajan Sembarangan
Photo :
  • VIVA.co.id/Adinda Permatasari
Warung Anak Sehat

VIVA – Data Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 menunjukkan, 1 dari 3 anak usia 5-12 tahun menderita masalah gizi. Salah satu penyebabnya adalah kebiasaan makan atau jajan anak yang kurang higienis dan sehat.

Talitha Andini Prameswari, Project Manager Warung Anak Sehat (WAS) Sarihusada, mengatakan anak-anak di atas usia 5 tahun umumnya sudah memiliki kemampuan membuat keputusan yang bisa memengaruhi keputusan orangtua agar mengikuti apa yang mereka inginkan, contohnya adalah ketika memilih jajanan.

"Anak usia lima tahun ke atas bisa melewatkan makanan pokok mereka dan lebih memilih jajan, sehingga makanan mereka tidak lengkap," kata Anna saat konferensi pers Warung Anak Sehat di Jakarta, Rabu, 25 Oktober 2017.

Padahal, berdasarkan Laporan Aksi Nasional Pangan dan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) tahun 2014, sebanyak 23,82 persen jajanan anak sekolah yang diuji oleh BPOM masih tidak memenuhi syarat akibat cemaran biologi. Inilah pentingnya edukasi gizi yang tepat, tidak hanya pada anak-anak, tapi juga kepada orangtua serta lingkungan sekolah.

Edukasi gizi ini kemudian diwujudkan Sarihusada melalui program Warung Anak Sehat (WAS). Talitha menjelaskan, WAS memiliki tujuan untuk mengurangi angka malnutrisi pada anak-anak usia 5-12 tahun. WAS memberikan akses jajajan sehat kepada anak-anak sekolah dengan cara melatih para ibu membuat jajanan bernutrisi dan aman.

Hingga 2017, WAS sudah menjangkau empat kota di Indonesia yaitu Bogor, Bandung, Yogyakarta, dan Ambon, dengan jumlah 350 ibu WAS. Program ini berfokus pada pemenuhan gizi sesuai dengan Pedoman Gizi Seimbang dan pemberdayaan perempuan melalui usaha mikro.

Selain itu, dengan menggandeng IPB, WAS melakukan edukasi gizi yang menyasar para guru, orangtua, dan penjual jajanan di lingkungan sekolah, khususnya kantin sekolah atau disebut dengan Ibu Warung Anak Sehat.