Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 26 Oktober 2017 | 13:36 WIB
  • Tak Ada Obatnya, Ini Mitos Fakta Penyakit Multipel Sklerosis

  • Oleh
    • Anisa Widiarini,
    • Diza Liane Sahputri
Tak Ada Obatnya, Ini Mitos Fakta Penyakit Multipel Sklerosis
Photo :
  • pixabay/klavesakm
ilustrasi tangan

VIVA – Penyakit Multipel Sklerosis (MS) merupakan salah satu autoimun yang menyerang sistem saraf pusat (SSP). Meski begitu, masyarakat belum memahami penyakit tersebut, bahkan banyak mitos yang beredar tanpa ada penjelasan.

Kasus penyakit MS masih sangat jarang tercatat di Tanah Air. Namun, tidak jarang, mitos-mitos terkait hal tersebut beredar di telinga masyarakat. Berikut mitos beserta fakta yang ada terkait penyakit MS diungkapkan oleh spesialis saraf, dr. Riwanti Estiasari, Sp.S(K).

1. Penyakit yang tidak ada obatnya

Penyakit MS memang tidak bisa disembuhkan. Meski begitu, penyakit ini memiliki obat untuk meredakan kekambuhannya.

Gejala penyakit MS yang kambuh, tidak sama pada setiap orang. Sehingga, obat yang diberikan juga berbeda pada masing-masing individu.

2. Penyakit keturunan

"MS bukan penyakit keturunan ataupun genetik. Meski ada beberapa penelitian terkait genetik yang bisa sebabkan MS, namun belum jelas juga penelitiannya," ujar Riwanti.

3. Penyakit menular

Penyakit MS bukan penyakit yang dapat menular. Kerusakan pada sistem imun yang menyebabkan penyakit ini muncul sehingga tidak dapat menularkan pada orang lain.

4. Merokok meningkatkan risiko penyakit MS

Faktor risiko MS memang enggak spesifik, tapi merokok bisa meningkatkan kerusakan pada sistem imun ini. Hal yang sudah diteliti yaitu kekurangan vitamin D berkaitan dengan risiko penyakit MS. Di mana, penelitian menemukan mereka yang mengidap MS, cenderung kekurangan vitamin d di tubuhnya.

5. Tempat tinggal memengaruhi risiko penyakit MS

Faktor lingkungan seperti letak geografis memengaruhi penyakit ms. Sebab itu, Asia dan Indonesia jarang tercatat kasus penyakit MS dibandingkan benua Eropa dan Amerika yang cenderung dataran tinggi dan empat musim.