Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 27 Oktober 2017 | 11:59 WIB
  • Atopic Dermatitis, Penyakit Kulit Menahun Sulit Disembuhakan

  • Oleh
    • Lutfi Dwi Puji Astuti,
    • Linda Hasibuan
Atopic Dermatitis, Penyakit Kulit Menahun Sulit Disembuhakan
Photo :
  • Pixabay/ Kjerstin_Michaela
Ilustrasi kulit bermasalah

VIVA – Pernahkah Anda mengalami penyakit gatal yang menahun dan sering kambuh?  Jika iya mungkin saja hal tersebut adalah penyakit kulit Atopic Dermatitis. Atopic Dermatitis merupakan penyakit yang kebanyakan terjadi dikarenakan faktor genetik dan tidak dapat disembuhkan.

Penyakit tersebut membutuhkan penanganan dan perhatian secara khusus, mengingat efek fisik dan psikis yang dapat ditimbulkan jika tidak ditangani dengan segera. Riwayat atopic pada keluarga merupakan salah satu faktor risiko atopic dermatitis dan juga mempengaruhi beratnya penyakit.

Selain itu, faktor risiko lain yang berkontribusi adalah faktor lingkungan. Alergi pada debu, tungau, udara, cuaca, bulu binatang, makanan, detergen, dan sabun diketahui berhubungan dengan dermatitis atopik.

“Atopic dermatitis merupakan jenis penyakit jangka panjang (kronis) dan gejalanya  dapat membaik lalu kembali menjadi parah. Ini biasanya terjadi dua atau tiga kali dalam satu bulan,” ujar Prof. Retno Widowati Soebaryo, SpKK kepada VIVA.co.id, Kamis, 26 Oktober 2017.

Dia menuturkan bahwa pada pasien yang memiliki atopic dermatitis bersifat genetik tidak akan bisa sembuh secara total selama hidupnya. Namun yang dapat dilakukan hanyalah mengurangi rasa gatal yang terjadi pada saat penyakit ini kambuh.

Adapun untuk pengobatannya,  penerapan emolien dan krim kortikosteroid adalah langkah pengobatan utama yang harus dijalani. Hindari menggaruk pada area yang gatal karena akan akan menyebabkan luka atau gosoklah dengan lembut tanpa menggunakan kuku.

“Untuk pengobatan utama ini cobalah untuk tidak menggaruk area yang gatal. Apabila sudah tidak tertahankan, gosok saja pada daerah yang gatal dengan lembut dan terapakan pelembap mengandung emolien atau kortikosteroid,” ucap dia.