Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 28 Oktober 2017 | 05:00 WIB
  • Waspada Ragam Penyebab Kebutaan pada Anak

  • Oleh
    • Tasya Paramitha,
    • Adinda Permatasari
Waspada Ragam Penyebab Kebutaan pada Anak
Photo :
  • pixabay/Kadie
Ilustrasi anak-anak.

VIVA – Kebutaan pada anak menjadi beban yang besar bagi pemerintah. Dampaknya pun lebih besar dibanding dengan kebutaan pada orang dewasa. Meski begitu, menanggulangi kebutaan pada anak masih belum menjadi prioritas utama pemerintah.

Padahal, menurut dokter mata anak, Prof. Dr. Rita Sita Sitorus, SpM(K), meski jumlahnya tidak sebanyak seperti kebutaan pada orang dewasa, namun kebutaan pada anak bisa memberikan beban kepada negara, keluarga, sosial dan lingkungan.

Hal ini, karena anak masih memiliki masa hidup yang panjang. Misalnya, seorang anak terserang kebutaan saat masih berusia lima bulan, atau lima tahun.

Bayangkan saja, masih ada waktu puluhan tahun hingga ia mencapai usia lanjut dengan menanggung beban kebutaan. Dengan masa puluhan tahun itu pula membuat beban ekonomi yang tidak sedikit.

Rita menjelaskan, kebutaan bisa menyerang anak pada usia berapa pun dan penyebabnya bisa bermacam-macam.

"Bisa karena infeksi, atau seperti di era 1970-an ada kekurangan vitamin A. Defisiensi vitamin A bisa berdampak pada kebutaan, karena kelainan kornea," ujar Rita dalam seminar Deteksi Dini dan Pencegahan Gangguan Penglihatan pada Bayi Prematur di Menara Standard Chartered, Jakarta, Jumat 27 Oktober 2017.

Selain itu, kelainan katarak juga bisa menjadi penyebab kebutaan pada anak dan katarak juga bisa menyerang bayi. Pemakaian kacamata pun bisa berdampak pada penurunan penglihatan pada anak, sehingga mengganggu proses belajarnya. (asp)