Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 31 Oktober 2017 | 17:15 WIB
  • Bahaya Mengerikan Saat Tubuh Kekurangan Zat Gizi Mikro

  • Oleh
    • Lutfi Dwi Puji Astuti,
    • Diza Liane Sahputri
Bahaya Mengerikan Saat Tubuh Kekurangan Zat Gizi Mikro
Photo :
  • Pixabay
Buah kaya vitamin C.

VIVA – Zat gizi mikro seperti vitamin dan mineral seringkali terlupakan untuk dikonsumsi. Padahal, kekurangan zat gizi mikro bisa berdampak pada penyakit berbahaya yang jarang diketahui masyarakat.

Mengkonsumsi makanan yang lengkap belum tentu cukup untuk memenuhi kebutuhan zat gizi mikro. Banyak kasus di mana orang tidak sadar bahwa mereka menderita kekurangan zat gizi mikro.

"Kekurangan zat gizi mikro (micronutrient) mempengaruhi metabolisme, dan menyebabkan masalah kesehatan, seperti gangguan jantung, perkembangan anak hingga mental impairment," ujar Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Maura Linda Sitanggang, Apt., Ph.D., dalam temu media Asia Pacific Food Forum, di Shangri-la Hotel, Jakarta, Selasa 31 Oktober 2017.

Menurut dia, pemilihan pangan yang terdiri dari buah dan sayur harus ditingkatkan. Sebab, kandungan baik di dalamnya mampu melawan radikal bebas yang menyingkirkan kerentanan masalah penyakit tidak menular.

"Phytochemical merupakan zat yang ditemukan di dalam sayur dan buah untuk melawan radikal bebas di dalam tubuh. Ini bisa menjadi alternatif dalam strategi baru untuk mempercepat mitigasi kebiasaan konsumsi yang tidak sehat di kawasan Asia Pasifik," katanya menambahkan.

Oleh karena itu, ada berbagai intervensi yang bisa dilakukan sesuai dengan status nutrisi dan permasalahan kesehatannya, seperti suplementasi, fortifikasi dan biofortifikasi, pendidikan nutrisi, modifikasi atau diversifikasi pangan, dan penyediaan pangan. Intervensi kesehatan masyarakat seperti pengendalian penyakit infeksi, perubahan perilaku menuju kebutuhan kesehatan juga harus dipertimbangkan secara simultan.

"Ke depannya, perlu dikembangkan teknologi dan riset agar bisa menyelesaikan masalah penyakit tidak menular itu. Salah satu contoh teknologi yang perlu dikembangkan adalah bagaimana memproses sisa makanan dari kulit manggis atau jantung nanas yang banyak memiliki zat gizi mikro." (mus)