Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 2 November 2017 | 16:31 WIB
  • Menkes: Atasi Nyeri Kanker Butuh Penanganan Holistik

  • Oleh
    • Lutfi Dwi Puji Astuti,
    • Bimo Aria
Menkes: Atasi Nyeri Kanker Butuh Penanganan Holistik
Photo :
  • Pixabay/Unsplash
Ilustrasi Pasien Kanker

VIVA – Dari berbagai gejala gangguan fisik yang dialami penderita kanker, nyeri adalah keluhan yang paling sering dan sangat penting untuk secepatnya diatasi. Nyeri sendiri seringkali bersifat subjektif dan berbeda di tiap orang.

Oleh karena itu, Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, SpM, meminta penanganan nyeri pada penderita kanker dilakukan secara multi disiplin ilmu dan profesi. Menurutnya, akan sulit mengatasi nyeri tanpa penanganan yang holistik.

"Saya kira ini hal penting memang kalau menderita kanker pasti nyeri tidak lepas dari penyakit ini, banyak keluhan terhadap nyeri yang terkadang terlihat tidak ada masalah. Nyeri ini tidak mudah juga ini memerlukan lintas keprofesian dari kita semua," ungkap Nila saat ditemui di RS Dharmais, Jakarta, Kamis 2 November 2017.

Awalnya, Nila sendiri heran melihat ada dokter saraf yang menghadiri simposium penanganan nyeri pada kanker. Tapi akhirnya ia menyadari bahwa kehadiran dokter syaraf juga penting untuk menangani rasa nyeri pada penderita kanker.

"Ternyata saya sadar betapa pentingnya tindakan di saraf untuk menghilangkan rasa nyeri. Sekarang sudah maju sekali rumah sakit ini, dahulu hanya analgetik mulu, sekarang kita bisa kasih obat yang lebih tinggi dan yang lebih efektif menghilangkan nyeri," ungkap Nila.

Lebih jauh, Nila juga mengatakan bahwa peranan dan sentuhan caregiver juga penting untuk memberikan rasa nyaman terhadap pasien dan secara perlahan menghilangkan nyeri.

"Saya kira caregiver juga penting sekali untuk mendampingi dan menyentuh mereka barangkali rasa sakit itu akan hilang dengan rasa kasih sayang," kata Nila.  

Di samping itu, Nila juga berharap semakin banyak diskusi dan penelitian-penelitian ilmiah yang bisa semakin efektif dalam  menangani dan mengatasi nyeri pada penderita kanker.