Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 3 November 2017 | 15:59 WIB
  • 3 Hal Penentu Keberhasilan Pengobatan Kanker

  • Oleh
    • Anisa Widiarini,
    • Adinda Permatasari
3 Hal Penentu Keberhasilan Pengobatan Kanker
Photo :
  • Pixabay/pexels
Ilustrasi kanker payudara.

VIVA – Kanker merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menyebabkan kematian tertinggi di dunia. Meski demikian, bukan berarti penderita kanker tidak memiliki harapan hidup sama sekali.

Selain segera mendeteksi sejak dini, keberhasilan pengobatan kanker juga ditentukan oleh beberapa faktor. Dokter onkologi dari Parkway Cancer Center (PCC) Singapura, Dr. Ang Peng Tiam menyebutkan ada tiga hal yang menentukan keberhasilan pengobatan kanker.

"Yang pertama adalah dokter dan ilmu pengetahuan medis. Artinya, seberapa besar ilmu pengetahuan medis dari dokter yang menangani," kata Ang, saat temu media di kawasan Sudirman, Jakarta, Jumat 3 November 2017.

Tetapi, dokter dan ilmu pengetahuan medis ini hanya satu komponen saja. Komponen kedua yang tak kalah penting adalah mental pasien. Seberapa kuat dirinya mau berjuang melawan kanker itu.

"Ada tekad mau melawan kanker, saya ingin hidup. Jadi, walaupun tidak nafsu makan, tetap memaksakan makan, merasa lelah tapi tetap mau bergerak dan sedikit berolahraga," imbuh Ang.

Di sinilah peran keluarga juga sangat dibutuhkan. Keluarga diharapkan dapat terus menyemangati pasien agar mau sama-sama menghadapi penyakitnya.

Komponen ketiga adalah campur tangan dari Yang Maha Kuasa. Bagaimana pun canggihnya teknologi pengobatan, atau seberapa bagusnya dokter yang menangani, tetap saja takdir yang akan menentukan seorang pasien bisa bertahan hidup atau tidak.

"Ketika pasien sembuh, bukan dari dokternya. Dokter hanya satu bagian dari kesembuhan," kata And.

Begitu pula, ketika pasien tidak bisa selamat, bukan sepenuhnya merupakan kesalahan dokter. Seringkali, pasien masih memiliki kekhawatiran yang tinggi setelah selesai pengobatan.

Batuk sedikit saja sudah merasa jika kanker merambat ke tenggorokan, pinggang sakit kemudian menganggap kanker pindah ke tulang. Tetapi, seiring berjalannya waktu, imbuh Ang, pasien akan semakin menerima dan tidak lagi merasa khawatir.