Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 4 November 2017 | 16:25 WIB
  • Orang Dengan Demensia Diprediksi Capai 131 Juta pada 2030

  • Oleh
    • Daurina Lestari,
    • Adinda Permatasari
Orang Dengan Demensia Diprediksi Capai 131 Juta pada 2030
Photo :
  • Pixabay/jarmoluk
ilustrasi demensia

VIVA – Demensia merupakan sindrom yang berkaitan dengan penurunan daya ingat, hingga kecerdasan mental. Menurut Alzheimer's Disease International (ADI), jumlah orang dengan demensia (ODD) akan naik 69 persen hingga mencapai 131,5 juta pada 2030 di seluruh dunia.

Chief Executive Officer (CEO) ADI, Paola Barbarino, mengatakan, sekitar 68 persen ODD berasal dari keluarga menengah ke bawah. Negara-negara Asia pun memiliki potensi yang lebih besar untuk kenaikan ODD dalam beberapa tahun ke depan.

Tingginya ODD juga akan memengaruhi beban ekonomi negara dan masyarakat. Pada 2016, penyakit ini diperkirakan menelan biaya hingga US$818 miliar per tahun, dan diprediksi meningkat menjadi US$1 triliun pada 2018, dan 2030 biayanya menjadi US$2 triliun.

"Beberapa faktor yang memicu tingginya biaya penanganan di Asia disebabkan oleh kurangnya pemahaman atas penyakit demensia dan kurangnya sumber daya, serta pelatihan bagi para ODD," ujar Paola saat pembukaan 20th Asia Pacific Regional Conference Alzheimer's Dosease International di kawasan Fairmont Hotel Jakarta, Sabtu 4 November 2017.

Dalam penanganan masalah alzheimer dan demensia, pemerintah Indonesia sudah memiliki Rencana Aksi Nasional. Menteri Kesehatan, Nila F. Moeloek mengatakan, Rencana Aksi Nasional yang disusun pemerintah bersama Alzheimer's Indonesia menggunakan pendekatan siklus hidup atau life-cycle approach dan gaya hidup sehat.

Dengan begitu, ODD dan pendamping mendapatkan perlindungan terkait hak-haknya sebagai manusia, mulai dari hukum hingga pengelolaan keuangan. Nila juga menambahkan, pemerintah terus melakukan upaya untuk meningkatkan kesadaran terhadap potensi risiko alzheimer dan demensia.

"Jika upaya ini tidak dilakukan, diperkirakan ada empat juta orang di Indonesia hidup dengan demensia pada 2050," ucapnya.