Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Minggu, 5 November 2017 | 15:00 WIB
  • Cuci Perut, Penanganan Alternatif Gagal Ginjal

  • Oleh
    • Tasya Paramitha,
    • Diza Liane Sahputri
Cuci Perut, Penanganan Alternatif Gagal Ginjal
Photo :
  • kidney.org
Ilustrasi ginjal.

VIVA – Cuci darah seringkali menjadi pilihan perawatan utama oleh para pengidap gagal ginjal. Namun, cuci perut menjadi alternatif perawatan yang sebenarnya memiliki ragam keunggulan lain.

Spesialis penyakit dalam, dr. Jonny, Sp.PD-KGH, M.Kes, MM mengatakan, penyakit gagal ginjal memiliki pilihan perawatan alternatif yaitu cuci perut. Menurut dia, cuci perut memiliki harapan hidup yang lebih besar dibanding cuci darah.

"Cuci perut memiliki harapan hidup lebih lama dibanding cuci darah. Sebab, cuci perut rutin dibersihkan, dibandingkan dengan cuci darah yang hanya dilakukan seminggu sekali," ujar Jonny, dalam Media Arrangement KPCDI Patient Gathering bersama Baxter di Kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Minggu, 5 November 2017.

Cuci perut merupakan proses pergantian cairan di ginjal tanpa menggunakan alat khusus seperti cuci darah. Menurut Jonny, hal ini yang memudahkan pasien bisa rutin membersihkan cairan di ginjalnya.

"Cuci perut dilakukan empat kali sehari yaitu saat pagi, siang, sore dan malam. Maka, kimia darah stabil karena terjadi pertukaran secara rutin dan terus menerus serta fungsi ginjal sisa akan terpelihara dengan baik," papar Jonny.

Perlu dipahami, cairan bersih yang disediakan dari tim medis, bisa dimasukkan sendiri oleh pasien ke dalam selaput perutnya. Nantinya, selaput perut akan memproses dalam beberapa jam dan mengeluarkan racun ke luar tubuh.

"Proses ini bisa dilakukan di rumah, sekolah, kantor, dan bahkan tempat berlibur. Asal, tempat tersebut bisa steril terlebih dahulu dari debu dan bulu binatang, maka proses cuci darah bisa dilakukan dengan bebas." (mus)