Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 7 November 2017 | 12:03 WIB
  • Stres, Tanda Hidup Anda Penuh Makna

  • Oleh
    • Anisa Widiarini,
    • Adinda Permatasari,
    • Bimo Aria
Stres, Tanda Hidup Anda Penuh Makna
Photo :
  • Pixabay
Ilustrasi stres.

VIVA – Mereka yang mengalami stres hingga depresi seringkali merasa bahwa hidupnya tak berarti. Namun psikolog kesehatan, Kelly McGonigal, Ph.D., berkata lain, menurutnya manajemen stres telah berubah secara mendasar dalam beberapa tahun terakhir.

Menurutnya stres secara inheren tidaklah berbahaya. Dilansir dari laman The Independent, Kelly berbicara dalam konferensi 99U di New York, Amerika Serikat. Ia mengatakan bahwa risetnya yang tengah dikembangkan tersebut menawarkan dua kemungkinan.

Pertama, stres dan kekhawatiran bisa menjadi tanda bahwa hidup Anda bermakna. Mengalami stres umumnya berarti Anda terlibat pada sesuatu yang sangat penting bagi Anda, apakah itu menjalani wawancara untuk pekerjaan impian atau mengasuh anak.

Kedua, hanya dengan menyadari manfaat dari stres ternyata bisa membantu Anda menghadapinya. "Seringkali, di saat stres kita melihat bahwa stres sebagai tanda bahwa kita tidak mampu atau hidup. Tapi bagaimana Anda berpikir tentang stres, memberikan peranan sangat kuat dalam bagaimana stres memengaruhi kesehatan Anda," ujarnya.

Misalnya, Anda salah satu dari banyaknya orang yang memandang stres sebagai hal negatif dan mencoba menghindarinya dengan segala cara. Kemungkinan yang terjadi adalah ketika Anda mengalami situasi stres seperti wawancara kerja, tubuh Anda akan melepaskan kadar hormon stres, kortisol, yang lebih tinggi, yang dapat memengaruhi sistem imun dan kesehatan menyeluruh.

Tapi, katakanlah Anda pergi ke wawancara itu, memahami dan bahkan siap menerima kemungkinan stres, penelitian menunjukkan, Anda tidak hanya mendapat respons psikologis yang lebih sehat. Anda juga kemungkinan besar akan menemukan makna dalam perjuangan Anda dan belajar darinya.

Tantangan saat ini adalah bukan membantu orang mengurangi kadar stres di hidupnya, tapi membujuk orang untuk berhenti melawannya.

Pada akhirnya, dia mengatakan, stres bukanlah sebuah sinyal ada sesuatu yang salah dalam hidup Anda. Sebaliknya, stres berarti Anda memberikan sepenuhnya pada apa yang Anda lakukan.

Jadi, lain waktu Anda akan menghadapi wawancara kerja dan merasa gugup, mengatakan pada diri Anda untuk tenang mungkin tidak akan membantu. Sebaliknya, cobalah berpikir 'sesuatu yang penting bagi saya sedang dipertaruhkan'. Saraf-saraf Anda pun akan mulai mereda sebelum Anda menyadarinya. (hd)