Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 7 November 2017 | 18:17 WIB
  • Kelak, Masyarakat Mampu Lakukan Pengobatan Sendiri

  • Oleh
    • Anisa Widiarini,
    • Diza Liane Sahputri
Kelak, Masyarakat Mampu Lakukan Pengobatan Sendiri
Photo :
  • pixabay/pexels
Ilustrasi obat.

VIVA – Edukasi terkait informasi obat merupakan hal penting yang harusnya ada di masyarakat. Hal ini diutarakan oleh salah satu profesor riset, Prof. Sudibyo Soepardi, Apt terkait peran edukasi obat terhadap dampaknya pada lingkungan.

Dalam orasi ilmiah Prof. Sudibyo dengan topik “Merasionalkan Pengobatan Sendiri Melalui Promosi Kesehatan” dijelaskan bahwa pengobatan sendiri oleh masyarakat di masa depan merupakan keniscayaan. Hal tersebut seiring dengan meningkatnya pendidikan masyarakat dan kemudahan akses informasi.

Sudibyo menjelaskan, pengobatan sendiri merupakan salah satu upaya memperluas jangkauan pelayanan kesehatan. Pemerintah dalam hal ini dapat memenuhi hak masyarakat untuk mendapat pelayanan kesehatan di samping sebagai upaya penghematan pembiayaan kesehatan.

“Promosi kesehatan merupakan salah satu cara mengubah perilaku masyarakat agar melakukan pengobatan sendiri. Terdapat dua hak masyarakat pengguna obat yakni hak memperoleh obat dan memperoleh informasi dan edukasi tentang obat yang diterima,” kata Sudibyo, usai dilantik oleh Menteri Kesehatan RI, Nila F. Moeloek sebagai profesor riset dikutip dari rilis yang diterima VIVA, Selasa 7 November 2017.

Pemberian informasi obat, Sudibyo menjelaskan, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku masyarakat dalam pengobatan sendiri. Di antaranya melalui berbagai metode promosi kesehatan seperti pemberian leaflet dan booklet, komunikasi interpersonal dan edukasi kepada masyarakat, yang mengikuti perkembangan teknologi komunikasi serta karakteristik sasaran.

Selain itu, menyediakan informasi obat yang mudah diakses secara online, mudah dipahami, informasi obat yang objektif, dan sarana komunikasi merupakan dukungan perubahan perilaku pengobatan sendiri yang rasional.

“Alat komunikasi canggih serta minat masyarakat terhadap media sosial menjadi pilihan dalam menyebarkan informasi pengobatan sendiri yang rasional, di samping cara yang lebih sederhana seperti penyuluhan, konseling, pemberian leaflet atau booklet,” ujar Sudibyo.