Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 8 November 2017 | 12:25 WIB
  • Kenali Beda Serangan Jantung dengan Gagal Jantung

  • Oleh
    • Lutfi Dwi Puji Astuti,
    • Adinda Permatasari
Kenali Beda Serangan Jantung dengan Gagal Jantung
Photo :
  • Pixabay/ HansMartinPaul
Ilustrasi serangan jantung.

VIVA –Banyak yang belum menyadari bahwa serangan jantung dengan gagal jantung sangat berbeda satu sama lain, meski keduanya sama-sama bentuk dari penyakit jantung.

Seringkali, serangan jantung terjadi secara tiba-tiba karena salah satu pembuluh darah di jantung tersumbat dan menghalangi jalannya darah. Di sisi lain, gagal jantung merupakan penyakit yang tumbuh secara bertahap.

Dilansir laman Times of India, ahli kardiologi memberikan penjelasan kedua penyakit ini lewat lima perbedaan dasar.

Definisi

Profesor kardiologi, Dr Sundeep Mishra mengatakan, serangan jantung atau disebut juga dengan infark miokard, terjadi ketika suplai darah ke otot jantung tersumbat, membuatnya kekurangan oksigen dan menyebabkan otot mati. Sedangkan gagal jantung merupakan kondisi yang melemahkan dan mengancam jiwa di mana jantung gagal untuk memompa secara efisien darah yang cukup ke seluruh tubuh, membuat semua organ 'kelaparan' oksigen dan nutrisi lain.

Perbedaan presentasi

Serangan jantung merupakan kejadian yang mendadak yang terjadi ketika salah satu pembuluh darah jantung  tersumbat dan membutuhkan perawatan medis darurat. Sedangkan gagal jantung merupakan penyakit kronis atau progresif, di mana otot jantung yang bertanggung jawab untuk memompa melemah atau kaku seiring waktu.

Penyebab

Penyebab paling umum serangan jantung adalah formasi sumbatan darah yang menghambat pembuluh arteri jantung. Mishra menambahkan, arteri ini bertanggung jawab untuk menyuplai oksigen dan darah ke jantung dan jika tersumbat karena pengentalan darah atau plak, otot jantung kekurangan oksigen dan mati.

Sementara pada gagal jantung tidak ada penyebab tunggal, dan kondisi penyakit ganda yang ada bisa melemahkan jantung seiring waktu sehingga memicu gagal jantung. Beberapa penyebabnya adalah penyakit pembuluh darah koroner, diabetes, hipertensi, penyakit jantung valvular, infeksi dan peradangan, penyakit jantung kongenital atau bawaan, dan sebelum terjadi serangan jantung. Tidak semua kasus gagal jantung karena adanya serangan jantung, dan tidak semua serangan jantung menyebabkan gagal jantung.

Perbedaan gejala

Ahli kardiologi senior Dr. Santosh Kumar Dora mengatakan ada beberapa gejala yang umum terjadi pada serangan jantung. Gejala ini meliputi rasa tekanan yang kuat pada area dada, nyeri di dada, rasa berat atau sesak atau terbakar. Salah satu gejala yang banyak tidak disadari sama sekali adalah nyeri di tangan, leher, rahang, punggung atau perut. Gejala lainnya adalah berkeringat dan kepala berputar. Selain itu, ada juga kemungkinan merasa seperti ingin pingsan, sesak napas, mual atau muntah ketika ada serangan jantung.

Tanda dan gejala pada gagal jantung tumbuh dalam beberapa waktu. Beberapa gejala umum adalah paru-paru  sesak, penumpukan air yang muncul dalam bentuk bengkak di kaki, mata kaki atau perut, penambahan berat badan tanpa sebab, meningkatnya intensitas buang air di malam hari, sesak napas, kehilangan nafsu makan, menurunnya kemampuan berolahraga, kelelahan berlebih, batuk berdahak berwarna merah muda dan berbusa.

Perbedaan pengobatan

Ahli kardiologi intervensi senior Dr. Tilak Suvarna menjelaskan, kerusakan pada jantung karena serangan jantung bisa diperbaiki dengan menghilangkan sumbatan di pembuluh darah melalui pengobatan atau operasi. Sedangkan gagal jantung tidak bisa disembuhkan sepenuhnya, dan modifikasi gaya hidup, pengobatan atau beberapa kasus pilihan operasi, hanya membantu dalam menangani gejalanya saja dan meningkatkan kualitas hidup pasien.