Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 9 November 2017 | 10:33 WIB
  • Terluka di Malam Hari Bisa Lebih Lama Sembuh?

  • Oleh
    • Lutfi Dwi Puji Astuti,
    • Adinda Permatasari
Terluka di Malam Hari Bisa Lebih Lama Sembuh?
Photo :
  • pixabay/saulhm
Ilustrasi luka

VIVA – Sejumlah peneliti menemukan bahwa luka bisa sembuh 60 persen lebih cepat, jika terjadi di siang hari dibandingkan malam. Sel kulit melakukan perbaikan pada luka gores dan bakar pada kulit lebih efektif di siang hari.

Dilansir dari laman Daily Mail, menurut penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan dari Medical Research Council (MRC) Laboratory of Molecular Biology di Cambridge, Inggris, temuan ini bisa menjadi implikasi untuk waktu operasi.

Penelitian yang dipublikasikan di Science Translational Medicine ini menunjukkan bagaimana jam tubuh internal kita mengatur penyembuhan luka yang dilakukan oleh sel kulit dan mengoptimalkan penyembuhan pada siang hari.

Jam tubuh kita, atau ritme sirkadian, mengatur hampir setiap sel di dalam tubuh, mendorong siklus 24 jam dalam banyak proses seperti tidur, sekresi hormon, dan metabolisme.

Sekarang dengan uji laboratorium menggunakan sel kulit, fibroblast dan keratinosit, pada tikus percobaan menunjukkan bahwa selama jam tubuh internal berada pada siang hari, luka di kulit sembuh hampir dua kali lebih efisien, dibandingkan luka yang terjadi di malam hari.

Para peneliti menemukan bahwa efek ini dicerminkan pada manusia dengan luka bakar, berkolaborasi dengan ahli klinis dan menganalisis catatan dari 118 pasien dengan luka bakar yang didapat dari database unit luka bakar di Inggris dan Wales.

Luka bakar yang terjadi pada malam hari memiliki rata-rata waktu 60 persen labih lama untuk sembuh, dibandingkan luka yang terjadi pada siang hari. Luka bakar yang terjadi pada pukul 20.00-08.00 diklasifisikan sebagai luka yang 95 persen sembuh setelah rata-rata 28 hari, dibandingkan dengan hanya 17 hari jika luka terjadi pada siang hari pukul 08.00-20.00.

Para peneliti mengatakan penyembuhan yang lebih cepat terjadi karena sel kulit melakukan perbaikan lebih cepat pada daerah luka, dan memperbaiki lebih cepat saat jam tubuh di siang hari.

Di dalam sel, proses ini didorong oleh meningkatnya aktivitas protein yang terlibat dalam pergerakan dan perbaikan sel, khususnya protein actin. Filamen actin menyediakan perancah dan pergerakan, yang bertindak seperti otot di dalam sel.

Luka di siang hari juga terdapat lebih banyak kolagen, struktur protein di dalam kulit yang tersimpan di lokasi luka, yang berlanjut hingga dua minggu setelah luka timbul. (asp)