Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 14 November 2017 | 14:23 WIB
  • Diabetes Gestasional Ancam Nyawa Ibu Hamil dan Janin

  • Oleh
    • Lutfi Dwi Puji Astuti,
    • Bimo Aria
Diabetes Gestasional Ancam Nyawa Ibu Hamil dan Janin
Photo :
  • Pixabay/Pexels
Ilustrasi ibu hamil.

VIVA – Dalam beberapa tahun belakangan, diabetes menjadi penyakit menakutkan. Karena, bukan lagi disebabkan oleh faktor keturunan, melainkan, akibat gaya hidup yang tak sehat.

Bahkan, bukan hanya diderita orang dewasa, diabetes kini juga mengintai kaum muda. Yang mengerikannya lagi, diabetes ternyata juga banyak ditemukan pada perempuan  di usia produktif yang rentan terkena diabetes melitus gestasional, atau diabetes yang terjadi pada perempuan hamil.

"Data International Diabetes Federation 2017 mengungkapkan bahwa lebih dari 199 juta perempuan di dunia hidup dengan diabetes. Dan 2 dari 5 mengalami diabetes gestasional," ungkap Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Dr. Lily Sriwahyuni Sulistyowati, MM, saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa, 14 November 2017.

Lily memaparkan, penyakit ini disebabkan oleh kelebihan kadar gula darah pada ibu yang disebabkan oleh hormon yang diproduksi plasenta. Di samping itu, perempuan dengan diabetes akan lebih sulit untuk hamil, dan kemungkinan besar akan memiliki kehamilan yang berisiko, baik itu bagi ibu maupun janin yang dikandungnya.

"Diabetes memiliki efek yang lebih berbahaya bagi perempuan hamil, karena dapat memengaruhi proses kehamilan dan mengancam hidup ibu serta bayi di dalam kandungan," kata Lily menambahkan.

Selain itu, sekitar 20,9 juta atau 16,2 persen proses kelahiran di tahun 2015 menunjukkan tanda-tanda hiperglikemia (kondisi kadar gula darah tinggi) selama masa kehamiian dan 85,1 persen di antaranya disebabkan oleh Diabetes Melitus Gestasional (GDM).

Meskipun GDM adalah keadaan sementara yang dialami ibu hamil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 50 persen perempuan dengan GDM akan terkena diabetes tipe 2 dalam rentang waktu 5-10 tahun setelah melahirkan.

Lebih lanjut, Lily mengatakan pemeriksaan kesehatan rutin meliputi pengukuran IMT (Indeks Massa Tubuh), cek tekanan darah, cek kadar gula darah, dan cek kolesterol adalah hal yang penting dalam usaha untuk melawan epidemi penyakit tidak menular seperti diabetes.

"Bagi ibu hamil, pemeriksaan kehamilan secara rutin sangat penting untuk menghindari risiko Diabetes Melitus Gestasional yang meningkatkan risiko diabetes tipe 2 di kemudian hari,” kata Lily.