Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 15 November 2017 | 04:00 WIB
  • Masuk Angin dan Leher Kaku Tanda Kolesterol Tinggi?

  • Oleh
    • Lutfi Dwi Puji Astuti,
    • Diza Liane Sahputri
Masuk Angin dan Leher Kaku Tanda Kolesterol Tinggi?
Photo :
  • VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar
Ilustrasi cek kolesterol.

VIVA – Seringkali, orang mengaitkan tubuhnya yang mengalami masuk angin dan leher kaku menjadi tanda kolesterol tinggi. Namun, benarkah tanda tersebut menjadi indikasi tubuh mengalami kolesterol tinggi?

Kebanyakan orang cenderung merasa, gejala kolesterol tinggi mulai dari leher kaku, masuk angin, serta badan yang pegal-pegal.

Nyatanya, kolesterol tinggi tidak memiliki gejala yang khas. Spesialis jantung dan pembuluh darah, dr. Vito A. Damay, Sp.JP(K) juga menepis hadirnya tanda, atau gejala kolesterol tinggi.

"Kolesterol tinggi itu enggak ada gejala yang khas. Keluhan leher kaku, badan sakit, masuk angin itu tidak menggambarkan tubuh bakal kena kolesterol tinggi," ujar Vito kepada VIVA beberapa waktu lalu.

Vito menuturkan, keluhan tersebut banyak beredar di masyarakat, karena saat kolesterolnya sudah tinggi, gejala tersebut kebetulan hadir. Sehingga, banyak yang berpikir bahwa itu menjadi gejala kolesterol tinggi.

"Gejala itu sering dikenal masyarakat, karena kebetulan yang kena kolesterol tinggi mengalami keluhan tersebut sebelum didiagnosa kolesterolnya tinggi. Makanya, masyarakat jadi berpikir bahwa itu gejala khas kolesterol," papar Vito.

Karena tak ada gejala khas pada kolesterol tinggi, Vito sangat merekomendasikan untuk melakukan cek medis secara rutin. Menurutnya, beberapa faktor turut menentukan, waktu tepat seseorang memeriksakan kadar kolesterolnya.

"Kalau tidak memiliki keturunan, pria usia 45 tahun dan wanita usia 55 tahun harus memeriksakan kolesterolnya secara rutin. Kalau ada keturunan, usia 20 tahun sudah harus cek dan saat angkanya masih normal, sebaiknya cek kembali lima tahun setelahnya." (asp)