Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 14 November 2017 | 18:39 WIB
  • Sunat Lebih Nyaman Tanpa Bius dari jarum Suntik

  • Oleh
    • Lutfi Dwi Puji Astuti,
    • Bimo Aria
Sunat Lebih Nyaman Tanpa Bius dari jarum Suntik
Photo :
  • VIVAnews/Ikhwan Yanuar
Ilustrasi sunat

VIVA – Sunat atau dikenal juga dengan sirkumsisi, ialah suatu hal yang wajib dilakukan oleh pria. Bukan hanya karena anjuran agama tertentu, sunat juga menjadi wajib bagi laki-laki karena sejumlah bukti medis yang telah dibuktikan bahwa sunat punya manfaat bagi kesehatan.

Meski demikian, metode bius serta pada proses pemotongan bagian kulup pada penis seringkali membuat sunat menjadi momok yang menakutkan bagi anak lelaki. Tak sedikit rasa takut tesebut terus terbawa hingga sang anak dewasa.

"Jadi ketika sunat memang ada beberapa faktor psikologi yang memperparah," ungkap Psikolog Anak, Firesta Farizal, M.Psi ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta, Selasa 14 November 2017.

Namun, seiring dengan perkembangan teknologi, banyak metode sunat yang diterapkan untuk mengurangi rasa sakit, dan nyeri yang ditimbulkan pada saat proses sirkumsisi tersebut. Salah satu yang terbaru ialah sunat dengan bius tanpa jarum suntik.

Menurut, dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS,  dokter di Rumah Sunatan, proses sunat dengan teknologi needle free infection ini akan membuat anak merasa lebih nyaman, dan mengurangi nyeri serta trauma yang timbul dari metode sebelumnya.

Mahadian, menjelaskan dalam metode needle injection, obat bius ditembakkan dengan sebuah alat ke penis dengan titik yang sama ketika menggunakan jarum suntik. Dengan bantuan pompa injektor, lanjut Mahadian, alat tersebut akan lebih mudah diserap dan menyebar lebih baik dibandingkan dengan menggunakan jarum suntik.

"Dengan teknologi ini waktu capai analgesia pasien sunat menjadi lebih cepat, dan tanpa menimbulkan cidera jaringan dan tanpa sakit," kata dia.

Dia menyebut, bahwa metode ini akan membuat proses sunat semakin nyaman bagi anak dan juga dewasa. Selain itu, mereka yang disunat pun bisa lebih cepat untuk melakukan aktivitas kembali.

"Jadi pengalaman sunat ini bukan lagi menjadi pengalaman yang buruk bagi anak," kata Firesta.